Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Satgas PPKPT Polnes Tekankan Pencegahan Kekerasan dan Pembinaan Perilaku Mahasiswa
    Pendidikan

    Satgas PPKPT Polnes Tekankan Pencegahan Kekerasan dan Pembinaan Perilaku Mahasiswa

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Satgas PPKPT Polnes Samarinda, Siti Nurhasanah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Siti Nurhasanah menilai secara umum perilaku mahasiswa di lingkungan kampus menunjukkan banyak sisi positif.

    Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah dinamika yang memerlukan perhatian dan perbaikan bersama.

    Siti menjelaskan, dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas PPKPT masih menghadapi ketidaksinkronan pemahaman di kalangan sivitas akademika terkait peran dan fungsi satgas tersebut.

    “Banyak hal yang positif dari mahasiswa, tetapi memang ada juga yang perlu dikoreksi. Kadang keberadaan Satgas dipahami seolah hanya memantau hal-hal yang negatif,” ujar Siti pada Selasa, 23 Desember 2025.

    Menurutnya, fungsi utama Satgas PPKPT bukan semata-mata menangani kasus kekerasan, melainkan melakukan upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi di lingkungan kampus.

    “Lebih baik mencegah daripada menangani. Menangani itu berarti sudah ada kasus. Pencegahan justru jauh lebih penting,” katanya.

    Ia mengungkapkan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dengan tetap menjaga prinsip kerahasiaan. Kondisi tersebut, dinilai kerap menimbulkan anggapan bahwa Satgas tidak bekerja secara maksimal karena proses penanganannya tidak terlihat secara terbuka.

    “Kami bekerja dalam diam. Ada hal-hal yang memang tidak bisa kami ekspos sebelum semuanya benar-benar selesai dan tuntas,” jelasnya.

    Siti menambahkan, dalam beberapa penanganan sebelumnya, Satgas PPKPT telah memanggil lebih dari 12 orang untuk dimintai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Seluruh proses tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kerahasiaan.

    Ia menegaskan, Satgas PPKPT tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan akhir terhadap suatu kasus. Peran Satgas terbatas pada pemanggilan pihak terkait, pengumpulan keterangan, serta pemberian rekomendasi kepada pimpinan kampus.

    “Kami hanya memberikan rekomendasi, apakah itu ringan, sedang, atau berat. Keputusan tetap berada di manajemen tertinggi kampus,” tegasnya.

    Siti juga menjelaskan, selama suatu persoalan masih ditangani oleh Satgas PPKPT, penanganannya berada dalam ranah internal kampus. Namun, apabila laporan telah masuk ke pihak kepolisian, maka hal tersebut berada di luar kewenangan Satgas.

    “Ketika sudah masuk ke ranah kepolisian, itu bukan kewenangan kami lagi dan berada di luar kendali Satgas,” ujarnya.

    Sebagai konteks kegiatan, Siti menilai pengukuhan Guru Besar di Polnes memberikan dampak positif bagi sivitas akademika.

    Menurutnya, capaian akademik tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen dan seluruh civitas kampus untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan.

    “Pengukuhan Guru Besar ini menjadi motivasi bersama agar kualitas akademik di Polnes terus meningkat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Nur AjijahJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga saat ini, sebanyak 18 ribu warga, penerima manfaat telah terdata dan memperoleh…

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.