Insitekaltim, Samarinda – Upaya menanamkan pola makan sehat sejak dini terus dilakukan di lingkungan sekolah. Melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sebanyak 1.065 paket olahan ikan dibagikan kepada siswa sekolah dasar di Samarinda sebagai bagian dari edukasi gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan yang digelar Dinas Perikanan Samarinda itu menyasar lima sekolah dasar dan salah satunya berlangsung di SDN 011 Samarinda Kota Jalan Danau Maninjau, Jumat, 12 Juni 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Edukasi gizi tidak hanya berbicara soal kecukupan makanan, tetapi juga membentuk pola hidup sehat yang akan berdampak pada kualitas generasi mendatang.
“Saya tanya langsung ke anak-anak, ternyata mereka suka makan ikan. Ini tentu menjadi modal yang baik. Yang penting bagaimana kita membiasakan mereka memilih makanan yang sehat dan bergizi untuk mendukung pertumbuhan,” ujar Saefuddin.
Konsumsi ikan dapat membantu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan. Selain mendukung perkembangan fisik, kandungan gizi dalam ikan juga dinilai berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan belajar anak.
“Kalau sejak kecil mereka terbiasa mengonsumsi makanan bergizi, insyaallah tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Itu yang kita harapkan untuk masa depan Samarinda,” katanya.
Namun demikian, pelaksanaan program masih dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Distribusi paket olahan ikan tahun ini belum menjangkau seluruh sekolah dasar di Samarinda.
Kepala Dinas Perikanan Samarinda Achmad Fauzi Irawan menjelaskan, program Gemarikan merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari kampanye peningkatan konsumsi ikan.
Meski dilakukan secara sederhana, kata dia, substansi program tetap diarahkan untuk mengenalkan manfaat ikan kepada anak-anak sekaligus memperluas pemahaman tentang produk olahan hasil perikanan.
“Tahun ini kami membagikan sekitar 1.065 paket. Kegiatannya memang lebih sederhana karena menyesuaikan kondisi keuangan daerah, tetapi tujuan utamanya tetap untuk mengenalkan manfaat ikan kepada anak-anak,” jelas Fauzi.
Ia menuturkan paket yang dibagikan tidak hanya berisi ikan segar, melainkan berbagai produk olahan yang diproduksi kelompok masyarakat pesisir dan keluarga nelayan. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan diversifikasi produk perikanan kepada generasi muda.
Masih banyak anak yang mengenal ikan sebatas lauk harian. Padahal, berbagai produk olahan berbahan dasar ikan dapat menjadi alternatif pangan bergizi yang lebih menarik bagi anak-anak.
“Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa ikan bisa diolah menjadi berbagai makanan yang sehat dan disukai. Di sisi lain, produk yang dibagikan juga merupakan hasil olahan masyarakat dan keluarga nelayan yang selama ini kami dampingi,” tuturnya.
Selain meningkatkan kesadaran gizi, program tersebut juga memiliki dampak ekonomi karena melibatkan pelaku usaha mikro berbasis perikanan. Produk olahan yang dibagikan berasal dari kelompok pengolah hasil perikanan yang dikelola istri nelayan di Samarinda.
Melalui kegiatan itu, Dinas Perikanan berharap budaya makan ikan dapat semakin melekat di kalangan pelajar sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan asupan gizi anak.
“Generasi yang sehat dan cerdas tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga dari pola makan yang baik. Karena itu, edukasi konsumsi ikan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

