Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Sasar Milenial dan Gen Z, Kemenkop Ubah Strategi Komunikasi dan Percepat Transformasi Koperasi
    Nasional

    Sasar Milenial dan Gen Z, Kemenkop Ubah Strategi Komunikasi dan Percepat Transformasi Koperasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraJanuari 22, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketum JMSI Teguh Santosa bersama sejumlah pihak saat foto bersama
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah melakukan penyesuaian besar dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Salah satu fokus utama perubahan tersebut adalah strategi komunikasi yang kini diarahkan untuk lebih menjangkau kalangan milenial dan generasi Z sebagai calon pelaku ekonomi masa depan.

    Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan optimisme bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi andal melalui penguatan koperasi.

    “Di tahun 2026 ini ada beberapa perubahan strategi yang sudah dan sedang dilakukan Kementerian Koperasi. Salah satunya adalah perubahan strategi komunikasi, karena kita ingin menyasar kalangan Milenial dan Gen Z,” ujarnya saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Rabu, 21 Januari 2026.

    Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dirancang sebagai instrumen peningkatan produktivitas nasional sekaligus wadah penyerapan tenaga kerja dalam skala besar. Program tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa dan kelurahan secara berkelanjutan.

    Selain strategi komunikasi, Kemenkop juga tengah mendorong percepatan digitalisasi koperasi. Ferry menilai, selama ini data koperasi masih bersifat statis dan belum terintegrasi secara komprehensif.

    “Kami ingin bertransformasi dari data yang sebelumnya sangat terbatas. Tidak hanya sekadar laporan rapat anggota tahunan, tetapi data yang utuh mengenai koperasi desa dan seluruh aktivitasnya,” jelasnya.

    Melalui transformasi tersebut, ia berharap koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga, tetapi tumbuh menjadi badan usaha yang berorientasi profit serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.

    Untuk mendukung perubahan itu, Kemenkop juga melakukan penguatan kelembagaan, di antaranya dengan penambahan sekitar 800 pegawai serta peningkatan status Kementerian Koperasi menjadi kementerian Kelompok II.

    Di sisi regulasi, Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memfinalisasi daftar inventarisasi masalah draf undang-undang baru sistem perkoperasian nasional yang akan menggantikan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

    Kemenkop juga menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan koperasi dengan menggandeng Ikopin University di Jatinangor, Sumedang. Langkah ini ditujukan untuk mencetak kader koperasi yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.

    “Kami telah menandatangani Nota Kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ke depan akan ada mata kuliah dasar koperasi dan ekonomi Pancasila di perguruan tinggi, serta program KKN untuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” imbuhnya.

    Dalam mendukung pembiayaan koperasi, Kemenkop juga mengoptimalkan peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Ferry menyebut, pihaknya mendapat amanah melalui Instruksi Presiden untuk menyusun model bisnis serta modul pelatihan bagi pengawas, pengurus, dan pengelola koperasi.

    Ia juga memaparkan progres pembangunan fisik Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini, tercatat sekitar 47 ribu titik tanah siap dibangun, dengan 27 ribu unit fisik gerai, gudang, dan perlengkapan koperasi sudah dalam tahap pembangunan.

    “Ditargetkan pada Maret atau April mendatang, sekitar 25 ribu hingga 30 ribu bangunan fisik siap beroperasi. Di akhir 2026, diharapkan pembangunan 80 ribu Koperasi Merah Putih dapat rampung,” ungkapnya.

    Ferry menegaskan, koperasi desa dan kelurahan akan menjadi instrumen ekonomi baru yang menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam ekosistem ekonomi nasional yang terintegrasi dengan UMKM, pasar tradisional, BUMDes, hingga sektor media.

    Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Koperasi dalam mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo untuk mengembalikan sistem ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

    Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 8 Kantor Kementerian Koperasi tersebut, Teguh didampingi sejumlah pengurus pusat JMSI. Ia menegaskan kesiapan JMSI untuk mendukung kerja besar pemerintah melalui peran media dan pemberitaan.

    “Kami memahami tugas Kementerian Koperasi tidak mudah. JMSI siap memberikan dukungan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat,” pungkas Teguh.

     

    Ekonomi Ferry Juliantono JMSI Menteri Koperasi Teguh Santosa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Pengamat Ekonomi Khairil Anwar Minta: APBD Lebih Berpihak pada Wong Cilik

    Juni 22, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    Pemprov Kaltim Lelang Aset Tidak Terpakai, Tambah Kas Daerah Rp475 Juta

    Juni 19, 2026

    Lonjakan Harga BBM dan Pelemahan Rupiah, Tekan Biaya Produksi Pengusaha Kaltim

    Juni 18, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Turun ke 2,99 Persen, Dunia Usaha Ditantang Berinovasi

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Nur AjijahJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait kasus dugaan kawat medis tertinggal di tubuh pasien usai menjalani tindakan…

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.