Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Sarkowi: Gratispol Perlu Sosialisasi Terbuka dan Pengawasan Bersama
    DPRD Kaltim

    Sarkowi: Gratispol Perlu Sosialisasi Terbuka dan Pengawasan Bersama

    SittiBy SittiJuli 1, 2025Updated:Juli 1, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sarkowi V Zahry
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program bantuan pendidikan tinggi Gratispol kembali jadi perbincangan hangat dalam dialog publik bertajuk “Arah Baru Pembangunan Pendidikan Kalimantan Timur” di Teras Samarinda, Senin, 30 Juni 2025. Acara ini diinisiasi BEM FISIP Unmul, Pokja 30, dan Gabungan Aliansi, dihadiri mahasiswa, aktivis, serta sejumlah pengamat kebijakan publik.

    Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sarkowi V Zahry menjadi salah satu pembicara yang mengundang perhatian. Menurutnya, Kalimantan Timur memang kaya sumber daya alam, tetapi sumber daya tersebut tidak bisa diperbaharui selamanya. Hal ini mendorong perlunya pergeseran fokus ke penguatan sumber daya manusia.

    “Transformasi ke SDM ini sangat penting, sebab IPM Kaltim harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Salah satu parameternya jelas pendidikan,” ujar Sarkowi.

    Ia mengingatkan setiap calon pemimpin wajib memiliki program, visi, dan misi yang ditawarkan ke masyarakat saat kampanye. Masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk menganalisis apakah program itu realistis dan bisa direalisasikan.

    Sarkowi menyinggung Program Gratispol yang dibawa oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama wakilnya Seno Aji. Program ini lahir dari keinginan agar biaya tidak menjadi hambatan bagi anak-anak Kaltim melanjutkan pendidikan tinggi.

    Namun, tantangan muncul pada tahap implementasi, sebab universitas berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

    “Universitas itu kewenangan pusat, tapi yang kuliah ini rakyat Kaltim juga. Makanya dicari celah supaya tidak melanggar aturan,” ucapnya.

    Setelah melalui penyesuaian, nama Gratispol kemudian diubah menjadi Bantuan Pendidikan Perguruan Tinggi. Pergeseran istilah ini dilakukan agar sejalan dengan aturan dan tidak menyalahi ketentuan perundang-undangan.

    Menurut Sarkowi, pertanyaan publik mengapa bantuan tidak diberikan tanpa batasan patut dilihat dari realitas fiskal. Saat ini saja, APBD Kaltim turun dari Rp21 triliun menjadi Rp18 triliun. Sementara kebutuhan anggaran tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk infrastruktur antarkabupaten, bantuan sosial, hingga perlindungan lingkungan.

    “Jalan kabupaten harus mulus, bantuan sosial tetap berjalan, lingkungan juga harus dirawat. Semuanya perlu biaya,” katanya.

    Sarkowi menilai program bantuan ini sebaiknya diberi ruang untuk berjalan terlebih dahulu. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memantau pelaksanaannya agar tetap sesuai koridor.

    “Jangan sampai belum jalan sudah gaduh. Bagus juga kalau ada perhatian, tapi mari beri kesempatan sambil tetap kita awasi,” katanya.

    Salah satu kritik yang dilemparkan Sarkowi tertuju pada pola komunikasi pemerintah. Ia melihat banyak informasi simpang siur mengenai Gratispol yang membuat masyarakat bingung.

    “Saya sudah bilang di RDP, informasi harus dibuka seluas-luasnya. Gencarkan sosialisasi, baik langsung atau lewat kanal digital. Ini hak publik,” ujarnya.

    Ia mendorong pemerintah untuk memanfaatkan berbagai platform agar lebih dekat dengan mahasiswa dan masyarakat umum.

    “Kalau perlu live TikTok sekalian, biar mahasiswa bisa tanya langsung. Saya yakin lebih efektif karena mereka dunianya di media sosial,” ucap Sarkowi sambil tersenyum.

    Sarkowi juga mengajak mahasiswa untuk membaca Pergub tentang Gratispol secara detail sebelum berdiskusi atau membentuk opini. Ia berharap program ini nantinya bisa ditingkatkan status hukumnya menjadi Peraturan Daerah agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat dan jelas.

    “Kita bisa sempurnakan nanti dalam bentuk perda. DPRD punya tugas menyerap aspirasi agar regulasi makin solid,” tambahnya.

    BEM FSIP Program Gratispol Sarkowi V Zahry SDM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Akui Belum Punya Indikator Ukur Dampak Gratispol

    Juli 29, 2026

    Sekolah Masih Menumpang, DPRD Kaltim Minta Anggaran Pendidikan Fokus Tuntaskan Infrastruktur

    Juli 27, 2026

    Sekolah Sudah Masuk, Seragam Gratispol Kaltim Masih Diproduksi

    Juli 27, 2026

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    Juli 23, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Gubernur Tegaskan SDM Lokal Harus Jadi Pengelola Utama Potensi SDA Kubar

    Juli 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.