Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Sapto Masih Dapati Warga Sungai Dama Kesulitan Air, Gas dan Terancam Longsor
    DPRD Kaltim

    Sapto Masih Dapati Warga Sungai Dama Kesulitan Air, Gas dan Terancam Longsor

    SittiBy SittiJuli 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur Sapto Setyo Pramono
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur Sapto Setyo Pramono mendapati langsung berbagai persoalan mendesak yang dihadapi warga RT 32 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, saat menggelar reses di Jalan Otto Iskandar Dinata, Gang Steling, Kamis, 3 Juli 2025.

    Dalam pertemuan itu, Sapto menyerap sejumlah keluhan serius, mulai dari krisis air bersih, kelangkaan gas elpiji 3 kg, hingga ancaman longsor yang kian mengkhawatirkan di musim hujan.

    “Ini kali pertama saya reses di Gunung Steling. Saya hadir di sini untuk mendengar langsung unek-unek masyarakat. Semua keluhan akan saya catat dan kawal,” ujar Sapto di hadapan warga.

    Ketua RT 33 menuturkan, pasokan air dari PDAM yang tidak lancar menjadi masalah utama warga. Di samping itu, ketiadaan jaringan gas alam membuat masyarakat sangat bergantung pada gas melon 3 kg yang kian sulit didapat.

    “Warga kami mengeluhkan air PDAM yang sering tidak mengalir dan gas melon juga sering langka. Kami minta ini bisa segera diatasi,” ungkap Ketua RT 33.

    Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 32. Ia menambahkan, harga gas melon bisa menembus Rp80 ribu ketika langka, sehingga menambah beban rumah tangga.

    “Kasihan para ibu-ibu, mereka harus keliling cari gas kalau suami pulang kerja. Kalau sudah dapat, harganya sangat mahal,” keluhnya.

    Selain persoalan air dan gas, warga juga mengkhawatirkan risiko longsor yang terus mengancam saat hujan deras. Warga berharap pemerintah segera membangun drainase permanen dan melakukan semenisasi untuk mengurangi risiko.

    “Kami mohon dibuatkan drainase dan semenisasi. Ancaman longsor ini sudah lama kami rasakan,” ujar Ketua RT 32.

    Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Sapto berjanji segera mengomunikasikan dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

    “Masalah air, gas, dan infrastruktur ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Nanti akan saya koordinasikan dengan wali kota, wakil wali kota, dan instansi teknis. Kalau pemkot tidak sanggup, kita dorong provinsi untuk turun,” jelas Sapto.

    Ia juga mengingatkan warga untuk menyampaikan aspirasi dalam bentuk tertulis melalui ketua RT, agar dapat ditindaklanjuti secara administratif di DPRD.

    “Silakan masing-masing RT buat surat usulan resmi ke DPRD. Semua akan lebih mudah diproses jika tertulis,” tambahnya.

    Sapto menutup pertemuan dengan memastikan bahwa silaturahmi dan komunikasi antara perwakilan rakyat dan masyarakat akan terus berjalan.

    “Silaturahmi seperti ini akan kita teruskan. Aspirasi warga Sungai Dama menjadi catatan penting bagi saya, dan insyaallah akan saya perjuangkan,” tutupnya.

    Longsor Sapto Setyo Pramono Warga RT 32 dan RT 33
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Progres Perbaikan Fender Jembatan Mahakam yang Baru Capai 60 Persen

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Setelah sempat terhenti sejak 2023, DPRD Kota Samarinda kembali menggenjot pembahasan Rancangan…

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026

    Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

    April 13, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026
    1 2 3 … 3,054 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.