Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Saat Cemas Pengen Langsung Curhat? Jangan Buru-Buru
    Lifestyle

    Saat Cemas Pengen Langsung Curhat? Jangan Buru-Buru

    LarasBy LarasJanuari 5, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi kecemasan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketika perasaan cemas melanda, banyak orang merasa perlu segera mencurahkan isi hati kepada orang terdekat. Keinginan ini memang wajar, tetapi sering kali keputusan untuk langsung bercerita tanpa mempertimbangkan keadaan justru dapat memperburuk situasi.

    Psikolog Klinis Imelda Konghoiro mengingatkan bahwa jeda sebelum curhat sangatlah penting untuk menjaga stabilitas emosi dan efektivitas komunikasi. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terburu-buru mencurahkan isi hati.

    “Sering kali kita ingin langsung cerita ke teman, pasangan, atau siapa pun yang mau mendengarkan. Tapi alangkah baiknya, kasih waktu jeda dulu,” jelas Imelda melalui akun media sosial Instagram pribadinya.

    Imelda mengungkapkan dua alasan utama mengapa jeda sangat diperlukan. Pertama, emosi yang belum stabil dapat membuat cerita yang disampaikan cenderung subjektif dan hanya didasari emosi negatif. Hal ini tidak hanya berisiko memperburuk suasana hati pribadi, tetapi juga bisa memengaruhi orang lain menjadi negatif.

    Kedua, tanpa ketenangan, obrolan yang disampaikan biasanya kurang fokus sehingga justru memicu overthinking atau kecemasan yang lebih besar. Ia menyarankan agar sebelum bercerita, seseorang sebaiknya mengambil waktu untuk menenangkan diri.

    “Lakukan teknik relaksasi sederhana, journaling, atau aktivitas hobi yang bisa menenangkan,” katanya.

    Dengan begitu, emosi menjadi lebih stabil, dan cerita yang disampaikan kepada orang lain bisa lebih terarah.

    Setelah kondisi lebih tenang, Imelda menyebutkan bahwa diskusi atau curhat dapat dilakukan dengan kepala dingin, sehingga tidak hanya membantu menyelesaikan masalah tetapi juga menjaga hubungan dengan orang yang diajak berbicara tetap positif dan konstruktif.

    Pendekatan ini, lanjutnya, dapat membantu seseorang tidak hanya mengatasi kecemasan dengan cara yang lebih sehat tetapi juga menjaga keharmonisan komunikasi dalam hubungan sosial.

    “Saat kita lebih tenang, orang lain pun akan lebih mudah memahami cerita kita dan memberikan masukan yang tepat,” pungkasnya.

    Cemas Kestabilan Emosi Overthinking
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    Tak Banyak Diketahui, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Beli Rumah hingga Rp500 Juta

    Agustus 12, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    R’syaAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana…

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    PSG Juara UEFA Super Cup Dua Kali Beruntun, Tundukkan Aston Villa 2-1

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.