Insitekaltim, Samarinda – Paris Saint-Germain (PSG) mengawali musim Eropa 2026/2027 dengan trofi setelah menundukkan Aston Villa 2-1 pada laga UEFA Super Cup di Red Bull Arena Salzburg, Austria, Kamis, 13 Agustus 2026 dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membawa PSG mencetak sejarah sebagai tim ketiga yang mampu menjuarai Super Cup secara beruntun.
Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan PSG pada menit ke-20. Menerima umpan Désiré Doué, pemain asal Georgia itu bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Aston Villa merespons sebelum turun minum. Penyerang muda Brian Madjo menjadi ancaman bagi pertahanan PSG. Ia dua kali melepaskan sundulan yang melebar dan sempat membentur tiang gawang.
Usahanya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45. Madjo menyelesaikan umpan silang John McGinn dengan tendangan voli untuk menyamakan kedudukan 1-1.
Gol tersebut sekaligus membuat Madjo mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah UEFA Super Cup. Pemain berusia 17 tahun 212 hari itu juga menjadi pemain termuda yang tampil sebagai starter dalam pertandingan Super Cup.
Memasuki babak kedua, Villa langsung tampil agresif. McGinn menguji kiper PSG Matvei Safonov melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi bola berhasil ditepis.
PSG kemudian kembali memimpin pada menit ke-61. Désiré Doué menerima umpan terobosan Ousmane Dembélé sebelum menuntaskan peluang untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Villa berusaha mengejar melalui sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Tammy Abraham dan Ross Barkley. Namun, pertahanan PSG mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan ini sekaligus menjadi awal sempurna bagi PSG dalam kampanye Eropa musim ini. Mereka kini menjadi tim ketiga sepanjang sejarah yang mampu mempertahankan gelar UEFA Super Cup dalam dua edisi berturut-turut.
Désiré Doué dinobatkan sebagai Player of the Match setelah mencetak satu gol dan menyumbangkan satu assist.
Pelatih PSG, Luis Enrique mengakui pertandingan berlangsung sulit. Ia mengatakan timnya belum berada dalam kondisi fisik terbaik setelah kembali dari masa liburan, tetapi para pemain tetap mampu menunjukkan karakter untuk meraih kemenangan.
“Kami tahu sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi laga yang sulit. Namun, para pemain menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Enrique, dikutip dari laman UEFA dalam terjemahan.
Sementara itu, pelatih Aston Villa Unai Emery tetap mengapresiasi penampilan timnya meski gagal membawa pulang trofi. Ia menilai Villa mampu memberikan perlawanan terhadap PSG.
“Saya sangat bangga kepada para pemain. Kami memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, tetapi mereka adalah pemain-pemain top sehingga mereka bisa memanfaatkan peluang,” tuturnya.

