Insitekaltim, Samarinda – Rute penerbangan Samarinda-Melak kembali beroperasi setelah sempat tidak melayani penerbangan langsung. Pembukaan kembali rute tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) maskapai penerbangan, dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.
Kepala Kantor UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, pengaktifan kembali rute tersebut berawal dari adanya permintaan Pemerintah Kabupaten Kubar yang menginginkan konektivitas langsung dengan ibu kota provinsi.
“Kalau kembali diaktifkan ini karena adanya permintaan dari pemerintah daerah Kubar. Kebetulan slot di Bandara APT Pranoto masih tersedia dan dari maskapai juga rotasi pesawatnya memungkinkan, sehingga akhirnya bisa dikaji dan diwujudkan kembali rute Samarinda-Melak,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon via WhatApp di Samarinda, Jumat, 19 Juni 2026.
Sebagai informasi, rute penerbangan Samarinda-Melak resmi beroperasi kembali mulai tanggal 17 Juni 2026 melalui layanan maskapai Wings.
Menurut Kadek, keberadaan rute tersebut dinilai penting karena Samarinda merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Selama ini masyarakat Kubar yang ingin menuju Samarinda harus melalui Balikpapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan darat ke ibu kota provinsi.
“Pertimbangannya karena keterikatan Kubar dengan Samarinda cukup tinggi. Banyak urusan pemerintahan yang pusatnya ada di Samarinda. Selama ini memang ada rute Melak-Balikpapan, tetapi untuk ke Samarinda masih membutuhkan waktu perjalanan tambahan,” terangnya.
Ia menjelaskan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat sebenarnya sudah terlihat selama ini. Namun sebelumnya konektivitas lebih banyak diarahkan melalui Balikpapan karena pertimbangan jaringan penerbangan lanjutan yang lebih luas.
Untuk mendukung keberlangsungan rute baru tersebut, pihak bandara akan membantu promosi bersama maskapai dan pemerintah daerah melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial dan media digital di terminal bandara.
“Kami membantu mempublikasikan rute ini melalui media sosial bandara, media digital di terminal, dan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat mengetahui bahwa sudah ada pilihan penerbangan langsung Samarinda-Melak,” jelasnya.
Kadek menambahkan, tingkat keterisian penumpang pada tahap awal masih sekitar 50 persen. Namun ia optimistis minat masyarakat akan meningkat seiring semakin dikenalnya rute tersebut.
“Mungkin masyarakat masih melihat perkembangannya terlebih dahulu. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan rute ini karena menjadi alternatif baru yang lebih praktis sesuai kebutuhan mereka,” tuturnya.
Rute Samarinda-Melak diharapkan dapat melayani berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha, hingga kebutuhan pemerintahan yang memiliki mobilitas tinggi antara Samarinda dan wilayah Kutai Barat.

