Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menggerakkan Kembali Aktivitas Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Pasang Sistem Sliding Door

    Juni 21, 2026

    Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah

    Juni 21, 2026

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Rusmadi Minta Camat dan Lurah Awasi Kesehatan Bumil
    Pemkot Samarinda

    Rusmadi Minta Camat dan Lurah Awasi Kesehatan Bumil

    LarasBy LarasApril 7, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menyampaikan kepada seluruh camat dan lurah di Kota Samarinda untuk mendata jumlah dan status kesehatan ibu hamil secara mendetail di setiap kelurahan dan kecamatan yang menjadi wilayah kerjanya.

    Hal itu Rusmadi sampaikan sewaktu memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Audit Kasus Stunting (Tim AKS) Semester I Tahun 2023 Kota Samarinda di Ruang Rapat Sembuyutan Lantai III Balai Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (6/4/2023).

    Dalam upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Kota Samarinda, Rusmadi menyebutkan pemerintah jangan hanya memperhatikan bagaimana anak yang terdampak dan berisiko stunting yang perlu mendapat perhatian khusus, namun ibu hamil (bumil) juga.

    Menurutnya, ibu hamil dengan risiko penyakit tertentu, ekonomi yang sulit, dan tidak sempat mengenyam pendidikan di bangku sekolah, perlu diawasi dan dijadikan sasaran Tim AKS.

    “Bapak/ibu camat dan lurah harus tahu jumlah ibu hamil di wilayahnya berapa. Ini penting, jangan sampai ibu hamil dengan penyakit tertentu, ekonomi susah dan kurang berpendidikan malah diabaikan. Jadikan bumil sasaran AKS kita,” sebut Rusmadi.

    Rusmadi menyampaikan perihal kesehatan itu sangatlah kompleks dengan rute yang panjang untuk menuntaskan satu topik masalah kesehatan seperti stunting.

    Ia menjelaskan keberadaan stunting bisa saja dimulai dari masa remaja orang tua si anak, masa orang tua masih menjadi calon pengantin (catin), masa kehamilan, pengasuhan bayi baru lahir hingga seribu hari pertama kehidupan si anak.

    “Artinya persoalan kesehatan itu kompleks, entah itu saat ibu/bapaknya masih anak-anak muda, kemudian anak remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan bayi 1.000 hari kehidupan pertama. Panjang sekali perjalanan mencari titiknya,” canda Rusmadi.

    Lebih lanjut, Rusmadi menyebutkan walau masa remaja dan masa catin telah terlewat, masa kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan anak harus menjadi fokus bagaimana keluarga berisiko stunting ini tidak terdampak dengan pemantauan kesehatannya secara berkala di puskesmas dan posyandu terdekat.

    “Nanti didata bayi 1.000 hari pertama, dibantu bumil ini bisa mengakses pelayanan kesehatan secara berkala di puskesmas atau posyandu kita. Tolong diaktifkan kembali posyandu kita,” tuturnya.

    Selain itu, Rusmadi mengingatkan kepada seluruh lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan baik RS, puskesmas, posyandu maupun klinik-klinik kesehatan lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan penanganan terlebih dahulu kepada masyarakat yang menunggak atau status BPJS Kesehatannya yang belum aktif. Hal ini sebagai langkah cepat menuntaskan masalah kesehatan yang dapat merujuk pada stunting.

    “Dari RS, puskesmas dan lainnya, bila ada pasien yang tunggakan BPJS-nya belum dibayar, di RS harus ditangani dulu. Status tidak aktif tetap harus ditangani. Kita gerak cepat di situ,” jelasnya.

    Ibu hamil Pengantin Rusmadi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Dishub Samarinda Tempel Stiker pada Kendaraan Pelanggar Bongkar Muat di Pinggir Jalan

    Maret 17, 2026

    Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Dishub Dorong Kesadaran Warga

    Maret 17, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Posko dan Imbau Pemudik Periksa Kendaraan

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Menggerakkan Kembali Aktivitas Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Pasang Sistem Sliding Door

    Nur AjijahJuni 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pascarevitalisasi Pasar Pagi Pemerintah Kota Samarinda terus melakukan pembenahan. Untuk meningkatkan kenyamanan…

    Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah

    Juni 21, 2026

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,159 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.