Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Rudy Sebut Letak Geografis dan Akses Jalan Jadi Kendala Mengentaskan Kemiskinan
    Diskominfo Kaltim

    Rudy Sebut Letak Geografis dan Akses Jalan Jadi Kendala Mengentaskan Kemiskinan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 13, 2025Updated:Juni 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Rudy Mas'ud bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berada di bawah rata-rata nasional, namun kondisi nyata di lapangan menunjukkan tingkat kemiskinan di Kaltim masih tinggi yaitu sebesar 5,78 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

    Kementerian Sosial menyoroti profil kemiskinan tiap daerah, dimana tantangan kemiskinan di Kalimantan Timur masih terkonsentrasi di wilayah perdesaan.

    Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa tantangan geografis Kaltim membuat upaya pengentasan kemiskinan menjadi sangat kompleks. Meski angka itu berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,57 persen atau sekitar 24 juta jiwa penduduk miskin.

    “Di Kaltim masih banyak daerah terpencil dan tertinggal, serta kawasan pedalaman bahkan perbatasan yang tidak memiliki akses jalan memadai,” jelas Gubernur Rudy di hadapan Menteri Sosial dan peserta Sosialisasi Pilar Sosial di Gedung Olah Bebaya Komplek Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Sabtu, 10 Mei 2025.

    Pada kesempatan itu, Rudy mengungkapkan Provinsi Kalimantan Timur merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Namun, akses jalan yang ada di perbatasan masih sangat memerlukan perhatian khusus.

    “Kami punya Kabupaten Mahakam Ulu berbatasan langsung dengan Malaysia namun yang aksesnya sangat terbatas,” ungkap Rudy.

    Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Kaltim juga cukup memprihatinkan, yakni sebesar 5,75 persen. Gubernur Kaltim menilai penyebabnya tidak lepas dari minimnya akses pendidikan dan kesehatan yang layak, serta belum meratanya pembangunan infrastruktur.

    Selanjutnya, Gubernur Rudy menjelaskan harga-harga kebutuhan pokok di pedalaman sendiri sangat tinggi. Contohnya, harga semen bisa mencapai Rp800 ribu per sak dan BBM hampir Rp30 ribu per liter.

    “Tingginya harga bahan pokok tentu berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat di pedalaman,” paparnya.

    Selanjutnya, Gubernur Rudy juga menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik juga belum sepenuhnya terakses dengan baik. Di mana Kaltim sendiri terdapat 1.038 desa yang di antaranya belum tersentuh aliran listrik.

    “Bagaimana masyarakat bisa maju jika listrik saja belum mereka rasakan? Sebagian masih hidup dalam kegelapan. Kondisi inilah yang membuat warga kami miskin,” tegasnya.

    Untuk itu, progam unggulan Gratispol (Pendidikan dan Kesehatan) dan Jospol (Jaminan Sosial dan Pembangunan Infrastruktur) dihadirkan untuk masyarakat Kaltim yang menyasar langsung akar persoalan kemiskinan.

    “Kami optimistis, lewat program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembangunan akses jalan ke pelosok, Kaltim bisa keluar dari jerat kemiskinan dan sejajar dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei,” harap Gubernur Rudy. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Angka Kemiskinan BPS Kaltim Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Ratu ArifanzaOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terbaru mengenai proses…

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.