Insitekaltim, Samarinda – Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto menegaskan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi salah satu faktor penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Ia menyebut, berbagai program pemenuhan gizi seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Program Makan Bergizi Gratis selama ini telah berjalan untuk membantu ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Namun, upaya tersebut perlu didukung dengan perbaikan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“RTLH harus terus kita intervensi karena masyarakat yang tinggal di bantaran sungai masih cukup banyak,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia mengungkapkan kondisi rumah yang tidak layak huni masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama kawasan bantaran sungai yang umumnya memiliki keterbatasan akses sanitasi dan air bersih. Padahal, lingkungan tempat tinggal yang sehat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Oleh sebab itu, Sunarto mendorong sinergi berbagai program perumahan yang telah disiapkan pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, pemerintah pusat saat ini menjalankan program pembangunan tiga juta rumah, sementara Pemprov Kaltim juga memiliki program pembangunan dan perbaikan rumah layak huni.
“Karena itu program pemerintah pusat 3 juta rumah dan program provinsi yang menargetkan 500 unit rumah harus terus didampingi dan disinergikan,” tegasnya
Untuk mendukung program tersebut, BKKBN telah menyerahkan data keluarga berisiko stunting kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar validasi dan verifikasi calon penerima bantuan perumahan.
“Data itulah yang menjadi penting. Kami sudah menyerahkannya kepada Dinas PUPR Provinsi untuk divalidasi dan diverifikasi. Mudah-mudahan sasaran program menjadi tepat karena berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat,” jelas Sunarto.
Ia menambahkan, perbaikan kualitas hunian tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka stunting.
“Tanpa perbaikan lingkungan dan tempat tinggal yang layak, percepatan penurunan stunting akan sulit dicapai secara optimal,” pungkasnya.

