Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi
    Pemerintah

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    IraBy IraJuli 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    Kota Samarinda Suwarso menyebut, indeks risiko bencana di Kota Samarinda berada pada kategori rendah. Sementara indeks ketahanan daerah terhadap bencana berada pada kategori tinggi.

    Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari penguatan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana yang dilakukan secara berkelanjutan.

    Menurut Suwarso rendahnya indeks risiko bencana menunjukkan pelayanan penanggulangan bencana, telah berjalan sesuai standar pelayanan minimal.

    “Mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, kedaruratan, logistik, hingga pascabencana sudah berjalan dengan baik sehingga risiko korban menjadi lebih rendah,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.

    Dikatakan, capaian tersebut juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat. Dalam upaya, pengurangan risiko bencana. Salah satunya melalui kepatuhan masyarakat untuk tidak membangun permukiman di kawasan rawan banjir maupun longsor.

    Selain itu, pemasangan rambu-rambu kebencanaan di sejumlah lokasi turut menjadi bagian dari upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah.

    Sementara, indeks ketahanan daerah yang tinggi. Mencerminkan kesiapan Kota Samarinda dalam menghadapi potensi bencana.

    Suwarso menjelaskan, pemerintah telah memiliki berbagai dokumen penanggulangan bencana, mulai dari rencana penanggulangan bencana, rencana kontinjensi, hingga peta kajian risiko bencana.

    “Kami juga terus membentuk Kelurahan Tangguh Bencana, mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana, serta memperkuat tim reaksi cepat yang sudah terlatih,” katanya.

    Ia menambahkan, penilaian indeks risiko bencana merupakan bagian dari indikator kinerja utama (IKU) Wali Kota Samarinda, sedangkan indeks ketahanan daerah menjadi indikator kinerja utama Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda.

    Terkait wilayah rawan bencana, Suwarso menjelaskan, tingkat risikonya berbeda-beda sesuai jenis ancaman. Kawasan perbukitan memiliki risiko longsor lebih tinggi, sedangkan daerah dataran rendah dan kawasan rawa menjadi wilayah yang lebih rentan terhadap banjir.

    “Kalau ingin melihat secara rinci, masyarakat bisa mengakses dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Samarinda atau melalui aplikasi InaRISK yang memuat peta risiko bencana,” pungkasnya.

     

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bencana BPBD Samarinda Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.