Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Rest Area Odah Bekenyawa, Siap Jadi Sentra UMKM dan Kampung Kopi Khas Marangkayu
    Diskominfo Kaltim

    Rest Area Odah Bekenyawa, Siap Jadi Sentra UMKM dan Kampung Kopi Khas Marangkayu

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 12, 2025Updated:Juli 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto, A.P., M.Si., dalam kunjungan kerja ke lokasi proyek pada Sabtu, 12 Juli 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Marangkayu – Tak sekadar tempat istirahat, Rest Area Odah Bekenyawa, yang sedang dibangun di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, disiapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal.

    Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto,  dalam kunjungan kerja ke lokasi proyek pada Sabtu, 12 Juli 2025.

    Menurut Bambang, rest area ini akan memiliki fungsi ganda. Selain melayani pengendara sebagai tempat istirahat, juga akan menjadi etalase UMKM desa, dengan produk-produk unggulan seperti makanan khas, cinderamata, kriya, dan kopi luwak dari kampung kopi setempat.

    “Kopi luwak dari Desa Perangat Baru sudah cukup terkenal dan dibina oleh Pertamina. Kita ingin produk ini tidak hanya dikenal, tapi juga punya tempat tersendiri untuk dijual secara layak dan premium di rest area ini,” jelas Bambang.

    Pemerintah desa akan menjadi pihak yang mengelola spot UMKM di lahan seluas 1 hektare itu. Spot-spot tersebut akan disediakan secara gratis untuk pelaku usaha lokal.

    Selain itu, rest area juga akan dilengkapi dengan taman bermain, gazebo santai, dan fasilitas lainnya yang menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

    “Kita harapkan UMKM dari berbagai bidang bisa masuk. Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Yang penting sesuai regulasi, dan jelas tujuannya untuk kepentingan publik,” ungkap Bambang.

    Menurutnya, untuk menjamin kualitas produk, para pelaku UMKM akan dibina secara intensif oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman. Di bawah koordinasi Prof Rahmawati, pelatihan dan standardisasi produk akan menjadi agenda rutin agar UMKM di kawasan ini bisa bersaing secara sehat dan profesional.

    Menariknya, kawasan ini juga akan mengakomodasi segmentasi harga bagi semua kalangan. Produk murah tetap disediakan, namun produk premium seperti kopi luwak kelas atas juga akan ditampilkan sebagai daya tarik.

    “Kita tidak boleh menutup akses. Masyarakat kelas bawah bisa beli produk yang terjangkau, sementara bagi wisatawan atau tamu penting yang ingin menikmati produk eksklusif juga tersedia. Ini sistem pasar yang sehat dan adil,” ujar Bambang.

    Selain ekonomi, kawasan UMKM ini juga akan mengangkat unsur budaya lokal Kalimantan Timur. Pengunjung dapat menikmati suasana khas desa sambil disuguhi hiburan seni atau produk etnik khas daerah. Potensi wisata budaya dan ekonomi kreatif akan berjalan beriringan.

    Jika proyek ini berjalan sukses, Dinas ESDM berencana mengembangkan model serupa di kabupaten lain. “Kami ingin UMKM tidak hanya hidup, tapi tumbuh dan berdaya. Inilah bentuk nyata bagaimana SDA yang diambil dari daerah dikembalikan manfaatnya untuk masyarakat,” tegas Bambang. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    A.P. Dr. Bambang Arwanto M.Si Rest area Rudy Mas'ud UMKM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Gratispol Diklaim Berdampak Nyata, Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Kerja

    April 14, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026

    DPRD Samarinda Ingatkan Standar SPPG, Kualitas Program MBG Harus Diutamakan

    April 8, 2026

    Pemkot Samarinda Investigasi Kenaikan Harga Plastik, UMKM Diminta Gunakan Alternatif

    April 8, 2026

    Gubernur Kaltim Tekankan Serapan Anggaran Triwulan II, WFH Diklaim Tekan Biaya Operasional

    April 6, 2026

    Kaltim Dorong Kakao dan Kelapa Jadi Sektor Unggulan Baru di Luar Tambang

    April 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    Andika SaputraApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jika ada satu hal yang paling membekas dari sosok Mohammad Sukri, itu…

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026

    Program Rehabilitasi Warga Binaan Jadi Prioritas Kalapas Baru Samarinda

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.