Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    Mei 22, 2026

    Pemkot Samarinda Kejar 80 Persen Transaksi Pajak Berbasis Non Tunai

    Mei 22, 2026

    Bapenda Samarinda Ingatkan ASN Jadi Garda Terdepan Edukasi BPHTB dan Layanan Pajak

    Mei 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time
    Politik

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    SittiBy SittiMei 22, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi saat menyampaikan evaluasi PAD Triwulan I 2026, Jumat, 22/5/2026 (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi menyoroti masih rendahnya realisasi retribusi daerah pada triwulan pertama Tahun Anggaran 2026. Meski sistem transaksi pemerintahan sudah mayoritas berbasis digital, peningkatan penerimaan daerah dinilai belum berjalan optimal.

    Secara umum realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda masih tergolong positif karena berhasil melampaui target triwulan pertama yang dipatok sebesar 15 persen.

    “Kalau tadi itu masih pemaparan triwulan pertama ya. Secara umum relatif cukup baik karena PAD sudah mencapai 17,24 persen,” ujarnya usai menghadiri high level meeting di Ballroom Arutala Lantai 4 Bapperida Kota Samarinda, Jumat, 22 Mei 2026.

    Kontribusi terbesar PAD masih berasal dari sektor pajak daerah seperti pajak makanan dan minuman, listrik, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hotel, hingga Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

    “Pajak daerah juga sudah di angka 20,11 persen. Itu terbesar dari pajak makanan-minuman, listrik, BPHTB, hotel, sama PBB-P2,” katanya.

    Lemahnya realisasi sektor retribusi daerah yang baru menyentuh angka 11,72 persen. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) bahkan disebut masih jauh di bawah target yang telah ditetapkan.

    “Yang masih lemah itu retribusi daerah, masih 11,72 persen. Ada beberapa OPD yang masih jauh di bawah target,” tegas Iswandi.

    Rendahnya capaian retribusi di sejumlah OPD seperti Dinas Perhubungan yang realisasinya disebut hanya berada di kisaran 0,6 hingga 0,7 persen.

    Selain itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bagian Umum Sekretariat Daerah juga dinilai masih rendah.

    “Retribusi di Dinas Perhubungan misalnya tadi saya catat hanya sekitar 0,6 sampai 0,7 persen. BPKAD 5,84 persen dan Bagian Umum Setda sekitar 11,84 persen,” ujarnya.

    Meski demikian, DPRD tetap mengapresiasi langkah Pemkot Samarinda dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintahan. Sejumlah OPD disebut sudah mencapai 100 persen transaksi non tunai atau elektronik.

    “Digitalisasi transaksi meningkat, beberapa OPD sudah 100 persen. Dinas Kesehatan, Perikanan, PUPR, DPMPTSP, DLH itu sudah digital semua,” katanya.

    Akan tetapi, menurut Iswandi, digitalisasi belum otomatis berdampak pada peningkatan penerimaan daerah apabila persoalan mendasar seperti pendataan objek pajak dan pengawasan belum dibenahi secara serius.

    “Digitalisasi belum otomatis meningkatkan penerimaan. Masih ada potensi masalah pada pendataan objek pajak, pengawasan, bahkan kemungkinan kebocoran,” ujarnya.

    Sebagai solusi, DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota membangun sistem dashboard PAD berbasis real time agar monitoring capaian pendapatan tiap OPD dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

    “Kalau saya solusinya minimal Pemkot harus membuat dashboard PAD per OPD, real time. Jadi bisa dipantau harian atau mingguan, jangan menunggu laporan triwulan baru dievaluasi,” tegasnya.

    Ia menilai pola evaluasi triwulan yang selama ini berjalan membuat pemerintah terlambat mengetahui persoalan di lapangan.

    “Kalau kita monitor per triwulan itu telat. Penyakitnya baru ketahuan di akhir,” katanya.

    Selain itu, pola realisasi pendapatan daerah yang kerap menumpuk di akhir tahun anggaran atau yang disebutnya sebagai bubble pendapatan. Kondisi itu dinilai kurang sehat bagi tata kelola keuangan daerah.

    “Kebanyakan terjadi bubble pendapatan di ujung tahun. Seharusnya distribusi pendapatan lebih merata tiap triwulan,” ujarnya.

    Ke depan, DPRD meminta seluruh OPD dengan capaian rendah agar menyampaikan kendala yang dihadapi serta memetakan potensi riil penerimaan yang masih bisa dioptimalkan.

    “OPD yang pencapaiannya di bawah target harus menyampaikan penyebabnya apa, kendalanya apa, dan potensi riilnya bagaimana,” tandasnya.

    DPRD Samarinda Iswandi PAD Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran

    Mei 22, 2026

    Revitalisasi Pasar Segiri Diusulkan Gunakan Skema BOT, DPRD Soroti Risiko Bebani APBD Samarinda

    Mei 22, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Tarik Event Nasional ke Samarinda, DPRD Ingatkan Fasilitas Jangan Tertinggal

    Mei 18, 2026

    Anggaran Kaltim Terbatas, Gratispol Diusulkan Fokus ke SMA-SMK dan Warga Kurang Mampu

    Mei 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    SittiMei 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi menyoroti masih rendahnya realisasi retribusi…

    Pemkot Samarinda Kejar 80 Persen Transaksi Pajak Berbasis Non Tunai

    Mei 22, 2026

    Bapenda Samarinda Ingatkan ASN Jadi Garda Terdepan Edukasi BPHTB dan Layanan Pajak

    Mei 22, 2026

    Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran

    Mei 22, 2026

    Revitalisasi Pasar Segiri Diusulkan Gunakan Skema BOT, DPRD Soroti Risiko Bebani APBD Samarinda

    Mei 22, 2026
    1 2 3 … 3,102 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.