Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Rapat Gabungan Komisi Alot Karena Pintu
    DPRD Bontang

    Rapat Gabungan Komisi Alot Karena Pintu

    AdminBy AdminSeptember 1, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Syifa – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Kota Bontang Bersama Pemerintah dan Perwakilan Warga menggelar Rapat Gabungan Komisi terkait Progres Pemindahan Pasar di Ruang Rapat DPRD, Senin (31/8/2020).

    Rapat yang berlangsung dari pukul 10 pagi hingga 3 siang ini membahas berbagai permasalahan yang muncul setelah dua bulan proses pemindahan dilakukan.

    Pimpinan Rapat H Rustam menjelaskan, terdapat dua permasalahan inti yang disampaikan oleh warga sekitar dan pedagang. Yaitu pintu barat Pasar Rawa Indah (Rawin) yang tidak bisa diakses, dan penertiban pedagang di badan jalan yang dinilai kurang tegas.

    “Sudah dua bulan pasar dibuka, justru banyak permasalahan yang muncul. Sudah dilakukan bermacam-macam inovasi juga oleh UPT, bahkan sempat menutup pintu kanan. Saya juga tidak tahu, mungkin penutupan ini ada maksudnya,” kata Rustam.

    Terdapat perbedaan pendapat antara perwakilan warga dan pedagang terkait buka-tutup pintu. Diskusi berjalan lama karena masing-masing perwakilan meyakini pembukaan atau penutupan pintu merupakan keputusan terbaik.

    “Menurut saya pribadi ya ini terkait rejeki. Mau pintu barat dibuka atau ditutup ya yang namanya rejeki, kalau tidak ada ya tidak akan ada. Jadi silakan nanti kawan-kawan diskusikan kembali terkait pintu. Tapi mudah-mudahan yang disampaikan ketua RT, bisa dijadikan bahan pertimbangan,” ujarnya.

    Ketua Komisi II ini menilai permasalahan sulit diurai untuk mendapatkan titik temu. Bahkan hingga penghujung waktu diskusi, keputusan belum bisa disampaikan secara pasti apakah pintu barat akan dibuka atau tetap ditutup.

    “Setelah ini silakan didiskusikan lagi, apakah sebaiknya pintu ini ditutup atau dibuka. Akan tetapi diskusi yang sebenar-benarnya, libatkan seluruh pihak, semakin banyak diskusi dengan warga hasilnya pasti semakin beda,” saran Rustam.

    Anggota Komisi III Nursalam menimpali permasalahan lain yaitu penertiban pedagang. Ia meyakini salah satu akar permasalahan pedagang yang berjualan di badan jalan adalah penataan yang kurang maksimal.

    “Dari awal saya lihat, memang penataannya yang kurang sempurna. Penataan dan perencanaan ini seharusnya memang dimaksimalkan,” ungkapnya.

    Nursalam menyimpulkan bahwa pedagang di lantai atas, merasa lapak penjualannya sepi pembeli, sehingga mereka nekat turun dan berjualan di bawah. Begitupun pembeli yang sudah bisa mendapatkan kebutuhannya di bawah, akan malas untuk naik ke lantai atas.

    “Tolong penataannya dibenahi lagi ya bu. Pembeli yang datang tidak akan beli di atas, kalau mereka bisa berbelanja di bawah. Jadi kalau mau menarik, harus ada penempatan yang sesuai dengan barang dagangan penjual-penjual itu,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Ambisi Politik Menguat, Ketua DPC PDIP Samarinda Siap Tarung di Pilwali hingga Pilgub

    Juni 23, 2026

    Gerindra-PDIP Samarinda Buka Peluang Bangun Komunikasi Politik Menuju Pilwali 2029

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026

    Kaesang Sentil Kader PSI Kaltim: Foto Jokowi Dua, Ketua Umum Hanya Satu

    Juni 21, 2026

    Sasar Suara Anak Muda, PSI Kaltim Jadikan Isu IKN Komoditas Politik Utama

    Juni 21, 2026

    Jelang Pilwali Samarinda, Gerindra Beri Sinyal Kuat Probebaya Tetap Dilanjutkan

    Juni 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.