Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Samarinda terpilih, Andi Satya Adi Saputra, menyatakan siap apabila mendapat mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2029.
Andi Satya mengatakan keputusan pencalonan sepenuhnya berada di tangan DPP Partai Golkar. Ia menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru membicarakan Pilwali karena masih memiliki tugas sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dari Partai Golkar sendiri tentu nanti DPP yang berhak untuk memberikan rekomendasi terkait siapa yang dicalonkan. Apabila DPP memberikan mandat, maka insya Allah kita siap,” ujar Andi Satya Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurutnya, selain keputusan partai, dorongan masyarakat juga menjadi pertimbangan penting apabila dirinya nantinya diminta untuk maju dalam Pilwali Samarinda.
“Yang terpenting adalah masyarakat. Karena pemilik suara adalah masyarakat. Apabila nanti desakan dari masyarakat meminta kami untuk maju, insya Allah kami siap,” katanya.
Meski membuka peluang maju, Andi Satya memilih untuk tidak menjadikan Pilwali sebagai fokus utama saat ini. Ia mengatakan dirinya bersama Partai Golkar akan terlebih dahulu membuktikan kinerja selama lima tahun ke depan.
“Sekarang kami di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim ingin bekerja, ingin berkarya, karena Golkar adalah partai karya kekaryaan. Kita tunjukkan dulu selama lima tahun yang akan datang bahwa kita bisa berbuat banyak untuk Kaltim,” ujarnya.
Andi Satya juga menargetkan Partai Golkar kembali menjadi salah satu kekuatan utama dalam peta politik Kota Samarinda.
Saat ini, Partai Golkar memiliki delapan kursi di DPRD Kota Samarinda dan berada di posisi kedua setelah Partai Gerindra. Ke depan, ia menargetkan jumlah kursi tersebut dapat bertambah.
“Kita tadi ingin membawa Partai Golkar menjadi kekuatan utama kembali di peta politik Kota Samarinda. Saat ini Golkar mendapatkan delapan kursi di DPRD Kota Samarinda, nomor dua setelah Partai Gerindra. Kita berharap ke depan raihan kursi ini bisa kita tambah,” jelasnya.
Selain meningkatkan jumlah kursi, Andi Satya juga menargetkan adanya peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD Kota Samarinda. Pasalnya, seluruh delapan anggota DPRD Samarinda dari Partai Golkar saat ini merupakan laki-laki.
“Kita ingin bahwa nanti ke depan komposisinya agak sedikit berubah. Jika ada tambahan, ada tambahan anggota perempuan yang menjadi anggota DPRD,” katanya.
Ia juga berharap Partai Golkar dapat menarik lebih banyak kader dari kalangan generasi muda, termasuk generasi Z dan milenial.
“Syukur-syukur ada dari Gen Z dan juga dari milenial yang bisa ikut bergabung di Partai Golkar dan duduk menjadi anggota DPRD Kota Samarinda,” pungkasnya.
Terkait peluang maju pada Pilwali Samarinda 2029, Andi Satya kembali menegaskan bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk mencalonkan maupun dicalonkan selama memenuhi persyaratan.
“Kalau ada peluang, siapa saja berhak mencalonkan dan dicalonkan yang memenuhi syarat. Bismillah, bagaimana nanti takdir membawa kita ke sana,” ujarnya.
Namun, ia kembali menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan DPP Partai Golkar.
“Kalau ditanya siap, insyaallah siap. Tapi kami kembalikan lagi bahwa pemegang suara, pemilik suara yang sebenarnya itu adalah DPP Partai Golkar,” tegasnya.
Ia menilai deklarasi untuk maju tidak akan berarti apabila tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar.
“Siapa yang ditunjuk oleh DPP Partai Golkar, maka itulah calon wali kotanya. Kalau kita mendeklarasikan hari ini saya mau maju sebagai wali kota, ternyata tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar, ya kembali lagi,” jelas Andi Satya.
Meski demikian, ia meminta agar pembahasan mengenai Pilwali Samarinda tidak terlalu dini karena pelaksanaannya masih cukup lama.
“Kalau ditanya siap, insyaallah siap. Tapi itu masih lama sekali. Janganlah bicara wali kota sekarang,” pungkasnya.

