Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    Mei 31, 2026

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Puluhan Peserta Mancanegara Ikut Belajar Tari Jepen
    Kaltim

    Puluhan Peserta Mancanegara Ikut Belajar Tari Jepen

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 27, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Kalimantan Timur (Kaltim) ke mata dunia kembali digencarkan. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop Tari Jepen dalam rangkaian East Borneo International Folklore Festival (EIBFF) 2025 di Swiss-Belhotel Samarinda, Minggu, 27 Juli 2025.

    Koordinator Pentas Seni EIBFF 2025 Alvionita Budiaris menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai negara serta beberapa provinsi di Indonesia. Workshop yang dipusatkan pada Tari Jepen—tarian khas suku Kutai di pesisir Kaltim—merupakan bagian dari persiapan penampilan kolaboratif di malam penutupan festival.

    “Seluruh peserta akan tampil bersama-sama dalam Tari Jepen di akhir acara. Bahkan kami berharap para penonton dan tamu undangan, termasuk pejabat yang hadir, bisa ikut menari bersama sebagai simbol persatuan dan keberagaman budaya,” kata Alvionita.

    Tarian Jepen yang diajarkan dalam workshop ini memiliki gerakan dasar yang mudah diikuti. Menurut Alvionita, gerakan-gerakan seperti hormat/pembuka, jalan, samba, samba setengah, samba penuh, dan ayun anak dapat dipelajari dengan cepat, bahkan oleh peserta dari luar negeri sekalipun.

    “Karena bentuk geraknya simpel, tapi tetap dinamis dan menggambarkan semangat kebersamaan, kami percaya semua peserta bisa mengikutinya tanpa kesulitan,” jelasnya.

    Pendiri Yayasan Gubang Kutai Kartanegara Hariansyah yang bertindak sebagai instruktur utama dalam workshop, menjelaskan bahwa Tari Jepen merupakan hasil akulturasi budaya Melayu yang berkembang di pesisir Kalimantan Timur.

    “Jepen ini salah satu identitas seni tradisional yang sangat kuat di masyarakat pesisir Kaltim. Karena itu kami ingin memperkenalkannya lebih luas, tidak hanya secara lokal tetapi juga global,” ujar Hariansyah.

    Sebagai bentuk persiapan, panitia telah mengirimkan video tutorial gerakan dasar Tari Jepen kepada seluruh peserta sejak sebelum acara. Dengan begitu, peserta sudah punya gambaran dan bisa lebih fokus pada penyempurnaan saat pelatihan langsung.

    “Dengan latar belakang mayoritas peserta sebagai penari profesional dari berbagai negara, pelatihan ini bisa berjalan efektif. Mereka cukup cepat menangkap materi, dan justru banyak bertanya soal makna tiap gerakan,” tambahnya.

    Tarian massal yang akan ditampilkan memiliki durasi sekitar lima hingga sepuluh menit. Namun durasi tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan panggung di malam penutupan.

    Hariansyah mengungkapkan keinginan untuk membuat kegiatan ini lebih besar di masa mendatang. Bahkan ia berencana mengusulkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) apabila kegiatan ini kembali dilaksanakan tahun depan.

    “Bayangkan kalau tahun depan kita bisa menghadirkan seribu orang dari berbagai negara menari Jepen bersama. Ini bukan hanya promosi budaya, tapi juga pembuktian bahwa seni tradisional kita layak dibanggakan secara global,” tegasnya.

    Workshop ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, ke kancah internasional. Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, Jepen pun menari menuju panggung dunia.

    Alvionita Budiaris EBIFF 2025 Hariansyah Tari Jepen
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Kaltim Tegas! Pabrik Dilarang Pangkas Harga Sawit Sepihak Usai Kebijakan Ekspor SDA

    Mei 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    R’syaMei 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan profesi petani tidak hanya dipandang sebagai…

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,112 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.