Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Puluhan Peserta Mancanegara Ikut Belajar Tari Jepen
    Kaltim

    Puluhan Peserta Mancanegara Ikut Belajar Tari Jepen

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 27, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Kalimantan Timur (Kaltim) ke mata dunia kembali digencarkan. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop Tari Jepen dalam rangkaian East Borneo International Folklore Festival (EIBFF) 2025 di Swiss-Belhotel Samarinda, Minggu, 27 Juli 2025.

    Koordinator Pentas Seni EIBFF 2025 Alvionita Budiaris menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai negara serta beberapa provinsi di Indonesia. Workshop yang dipusatkan pada Tari Jepen—tarian khas suku Kutai di pesisir Kaltim—merupakan bagian dari persiapan penampilan kolaboratif di malam penutupan festival.

    “Seluruh peserta akan tampil bersama-sama dalam Tari Jepen di akhir acara. Bahkan kami berharap para penonton dan tamu undangan, termasuk pejabat yang hadir, bisa ikut menari bersama sebagai simbol persatuan dan keberagaman budaya,” kata Alvionita.

    Tarian Jepen yang diajarkan dalam workshop ini memiliki gerakan dasar yang mudah diikuti. Menurut Alvionita, gerakan-gerakan seperti hormat/pembuka, jalan, samba, samba setengah, samba penuh, dan ayun anak dapat dipelajari dengan cepat, bahkan oleh peserta dari luar negeri sekalipun.

    “Karena bentuk geraknya simpel, tapi tetap dinamis dan menggambarkan semangat kebersamaan, kami percaya semua peserta bisa mengikutinya tanpa kesulitan,” jelasnya.

    Pendiri Yayasan Gubang Kutai Kartanegara Hariansyah yang bertindak sebagai instruktur utama dalam workshop, menjelaskan bahwa Tari Jepen merupakan hasil akulturasi budaya Melayu yang berkembang di pesisir Kalimantan Timur.

    “Jepen ini salah satu identitas seni tradisional yang sangat kuat di masyarakat pesisir Kaltim. Karena itu kami ingin memperkenalkannya lebih luas, tidak hanya secara lokal tetapi juga global,” ujar Hariansyah.

    Sebagai bentuk persiapan, panitia telah mengirimkan video tutorial gerakan dasar Tari Jepen kepada seluruh peserta sejak sebelum acara. Dengan begitu, peserta sudah punya gambaran dan bisa lebih fokus pada penyempurnaan saat pelatihan langsung.

    “Dengan latar belakang mayoritas peserta sebagai penari profesional dari berbagai negara, pelatihan ini bisa berjalan efektif. Mereka cukup cepat menangkap materi, dan justru banyak bertanya soal makna tiap gerakan,” tambahnya.

    Tarian massal yang akan ditampilkan memiliki durasi sekitar lima hingga sepuluh menit. Namun durasi tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan panggung di malam penutupan.

    Hariansyah mengungkapkan keinginan untuk membuat kegiatan ini lebih besar di masa mendatang. Bahkan ia berencana mengusulkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) apabila kegiatan ini kembali dilaksanakan tahun depan.

    “Bayangkan kalau tahun depan kita bisa menghadirkan seribu orang dari berbagai negara menari Jepen bersama. Ini bukan hanya promosi budaya, tapi juga pembuktian bahwa seni tradisional kita layak dibanggakan secara global,” tegasnya.

    Workshop ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi juga bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, ke kancah internasional. Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, Jepen pun menari menuju panggung dunia.

    Alvionita Budiaris EBIFF 2025 Hariansyah Tari Jepen
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.