Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    Juni 15, 2026

    Dibanjiri Kritik Tujuh Fraksi, Pemprov Kaltim Komitmen Tuntaskan Temuan BPK

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Protes Usulan Pokir, Abdulloh Tinggalkan Rapat dan Mundur dari Pansus
    DPRD Kaltim

    Protes Usulan Pokir, Abdulloh Tinggalkan Rapat dan Mundur dari Pansus

    SittiBy SittiJuli 16, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin 14 Juli 2025 mendadak memanas. Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, memilih keluar ruangan sebagai bentuk protes terhadap arah pembahasan yang dinilai tidak mengakomodasi aspirasi masyarakat.

    “Ini rapat nggak berguna. Saya keluar. Aspirasi masyarakat itu nyata, tapi malah tidak diakomodir,” ucap Abdulloh tegas saat meninggalkan ruang rapat di Gedung E DPRD Kaltim.

    Rapat tersebut awalnya bertujuan menindaklanjuti hasil reses para anggota dewan yang dirumuskan ke dalam usulan kamus pokir. Namun, menurut Abdulloh, diskusi justru lebih banyak membahas teknis dokumen dan prosedur administratif, bukan menekankan substansi kebutuhan riil warga.

    Abdulloh menganggap usulan kamus pokir selama ini malah menjadi pembatas dan tidak sejalan dengan semangat menampung suara rakyat. Ia menilai kamus hanya alat bantu, bukan batasan mutlak dalam menyusun program prioritas.

    “Ini cuma soal usulan kamus-kamus aja. Padahal tanpa itu pun bisa. Tapi kenapa justru aspirasi rakyat dibatasi dan malah mematikan pokir,” sambung legislator dari Dapil Balikpapan itu.

    Selain meninggalkan rapat, Abdulloh juga memutuskan mundur dari keanggotaan Pansus Pokir. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen politiknya memperjuangkan suara rakyat yang selama ini disampaikan melalui reses.

    “Kalau begini caranya, saya akan terus ngotot. Karena ini bukan soal pribadi, tapi soal memperjuangkan suara rakyat,” ujarnya.

    Abdulloh juga menyinggung rapat-rapat sebelumnya, termasuk yang digelar di Balikpapan, yang menurutnya tidak memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan pokir.

    Menurut Abdulloh, penyusunan pokir semestinya dilakukan secara partisipatif, terbuka, dan mendahulukan kepentingan masyarakat. Proses yang bertele-tele dan terjebak pada detail teknis justru melemahkan fungsi pokir sebagai jembatan utama aspirasi rakyat.

    “Pokir ini harusnya menjadi media untuk menyerap semua suara masyarakat. Kalau malah dibatasi dengan kamus, maka esensinya hilang. Ini yang saya lawan,” jelasnya.

    Insiden ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar pokir tetap berdiri sebagai instrumen penyalur kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas administrasi. Ke depannya, diharapkan diskusi antara legislatif dan eksekutif berjalan lebih terbuka dan substansial, tanpa mengorbankan kepentingan rakyat.

    Abdulloh Pokir TAPD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Polemik Pokir, DPRD Kaltim Nilai 160 Usulan Masih Relevan

    April 6, 2026

    Pokir DPRD Disesuaikan, Sekda Kaltim Tegaskan Ikuti Prioritas RKPD 2027

    April 6, 2026

    Bantuan Parpol Samarinda Naik Jadi Rp7.500 per Suara, Penyaluran Tetap Selektif

    April 6, 2026

    Pokir DPRD Kaltim Terancam Berkurang, DPRD Minta Aspirasi Masyarakat Tetap Diakomodasi

    April 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    SittiJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Nasib usulan hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih…

    Dibanjiri Kritik Tujuh Fraksi, Pemprov Kaltim Komitmen Tuntaskan Temuan BPK

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026

    Perisai Diri Kaltim: Pembinaan Silat Tak Hanya Kejar Prestasi

    Juni 15, 2026

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,145 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.