Insitekaltim, Samarinda – Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah potensi, inovasi, serta daya saing di bidang akademik maupun non-akademik.
Salah satu juara dalam ajang tersebut, mahasiswi Administrasi Bisnis Polnes Karina Alfiah yang meraih Juara II mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengembangkan diri serta keluar dari zona nyaman.
“Motivasi utama saya adalah ingin mengukur kemampuan diri sekaligus membawa ide yang bisa memberi dampak lebih luas,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Ia menjelaskan proses seleksi PILMAPRES cukup panjang dan menantang. Tahapan dimulai dari seleksi administrasi, yang mengharuskan peserta menyusun produk inovatif, melampirkan capaian unggulan, membuat video pembuktian, hingga melakukan presentasi dalam Bahasa Inggris terkait Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Setelah lolos tahap awal peserta melanjutkan ke tahap final yang meliputi presentasi produk inovatif serta sesi wawancara bersama dewan juri.
“Prosesnya cukup menantang karena harus menyiapkan banyak hal dalam waktu terbatas,” jelasnya.
Karina menilai kemampuan public speaking menjadi salah satu keunggulan yang membantunya menyampaikan ide secara percaya diri dan terstruktur. Meski demikian, ia juga menyadari setiap peserta memiliki keunikan dan potensi masing-masing.
“Tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu, terutama saat persiapan menuju tahap final,” katanya.
Untuk mengatasinya ia menerapkan manajemen waktu yang baik dengan menyusun prioritas dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
Ke depan Karina berharap dapat terus mengembangkan diri dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba.
“Saya berharap teman-teman di POLNES bisa terus berkembang dan berani keluar dari zona nyaman,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Direktur III Polnes Suparno menilai kualitas peserta PILMAPRES tahun ini sangat kompetitif.
“Kualitas dan daya saing peserta sangat tinggi, mereka menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penelitian, kreativitas, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Menurutnya terdapat sejumlah kriteria utama yang menentukan keberhasilan peserta, di antaranya kemampuan analisis, inovasi, kepemimpinan, serta komunikasi yang efektif, termasuk penguasaan Bahasa Inggris.
Ia juga menegaskan bahwa peran kampus sangat penting dalam membina mahasiswa agar mampu berprestasi melalui penyediaan fasilitas, bimbingan, dan dukungan yang memadai.
“Prestasi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, tetapi juga berdampak pada citra institusi,” jelasnya.
Suparno berharap ajang ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengikuti kompetisi serupa.
“Jangan takut mencoba, ini kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kepercayaan diri,” pungkasnya.

