Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Pertama Kali Nonton Etno Art Festival, Mahasiswa FEB Unmul Terpukau Musik Tradisi
    Kaltim

    Pertama Kali Nonton Etno Art Festival, Mahasiswa FEB Unmul Terpukau Musik Tradisi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Dokumentasi Usai Penutupan Acara Etno Art Festival 2025
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Etno Art Festival (EAF) 2025 tidak hanya menyajikan pertunjukan musik tradisi Kalimantan Timur (Kaltim) tetapi juga menjadi pengalaman baru bagi penonton dari luar latar belakang seni.

    Hal itu dirasakan langsung oleh Muhammad Zaidhan Zidna Zaine, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) yang untuk pertama kalinya menyaksikan pertunjukan seni tradisi.

    Ditemui usai acara puncak EAF 2025 yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025, Zaidhan mengaku awalnya merasa asing dengan musik tradisional, terlebih musik tanpa lirik. Namun setelah mengikuti pertunjukan dan menghayati suasananya, persepsinya berubah.

    “Oh ternyata musik tradisional bahkan musik non-lirik ga seaneh itu,” ujarnya.

    Menurut Zaidhan, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa musik tidak selalu membutuhkan lirik untuk menyampaikan rasa. Ia menyadari bahwa bentuk dan ragam musik jauh lebih luas dari yang selama ini ia bayangkan sebagai orang di luar dunia seni dan budaya.

    Ia juga mengapresiasi lokasi pertunjukan yang berlangsung di kawasan Tropical Studies Unmul. Suasana alam yang mendukung, ditambah konsep pertunjukan yang santai dan tidak mengharuskan penonton berdiri, membuatnya merasa lebih nyaman menikmati acara.

    “Tempatnya nyaman, duduk, ga bikin capek kayak nonton konser pada umumnya yang berdiri,” katanya.

    Selain menikmati pertunjukan, Zaidhan memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dengan panitia terkait alat musik tradisi yang dimainkan.

    Dari situ, ia mendapat pemahaman baru mengenai dunia etnomusikologi, termasuk proses akademik mahasiswa dalam mentranskripsikan musik untuk kebutuhan penelitian dan penulisan skripsi.

    “Aku baru tau kalau etnomusikologi itu gabungan kata etno dan musik… dan musik ternyata ga sesimpel yang kubayangkan. Ada chord, ada bar, ada transkripsinya. Musik itu kompleks,” ungkapnya.

    Ia juga mengaku terkesan setelah mengetahui, bahwa setiap karya yang ditampilkan melalui proses panjang, mulai dari penyusunan komposisi, latihan intensif, hingga persiapan teknis sebelum pertunjukan. Salah satu repertoar yang paling membekas baginya adalah “Karang Mumus”, yang menurutnya memiliki nuansa emosional kuat dan mampu membangun kedekatan dengan penonton.

    Bagi Zaidhan, kehadirannya di Etno Art Festival 2025 bukan sekadar menonton seni pertunjukan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang musik dan budaya lokal.

    “Ini bukan cuma hiburan, tapi juga pengalaman belajar. Musik tradisional ternyata tidak membosankan, justru punya daya tarik sendiri,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    BPK Bongkar Dugaan Kelebihan Pembayaran Miliaran di Kaltim, Program Gratispol hingga Proyek Infrastruktur Tersorot

    Mei 25, 2026

    Gubernur Sebut PLTA Long Bagun Investasi Masa Depan, Rp13 Triliun Disiapkan Bangun Pusat Energi Baru

    Mei 25, 2026

    90 Ribu Kuota Tersisa Hingga Juni, Harum Ingatkan Mahasiswa Segera Daftar Gratispol

    Mei 24, 2026

    Didesak Mundur, Rudy Mas’ud Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

    Mei 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.