Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Diduga Terhubung Bandar Besar, Eks Kasat Narkoba Kubar Jalani Proses Pidana dan Etik

    Mei 18, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    1.500 Mahasiswa Universitas Mulia Dapat Gratispol, Kampus Akui Angka Cuti Kuliah Turun Drastis

    Mei 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Pertama Kali Nonton Etno Art Festival, Mahasiswa FEB Unmul Terpukau Musik Tradisi
    Kaltim

    Pertama Kali Nonton Etno Art Festival, Mahasiswa FEB Unmul Terpukau Musik Tradisi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 23, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Dokumentasi Usai Penutupan Acara Etno Art Festival 2025
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Etno Art Festival (EAF) 2025 tidak hanya menyajikan pertunjukan musik tradisi Kalimantan Timur (Kaltim) tetapi juga menjadi pengalaman baru bagi penonton dari luar latar belakang seni.

    Hal itu dirasakan langsung oleh Muhammad Zaidhan Zidna Zaine, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) yang untuk pertama kalinya menyaksikan pertunjukan seni tradisi.

    Ditemui usai acara puncak EAF 2025 yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025, Zaidhan mengaku awalnya merasa asing dengan musik tradisional, terlebih musik tanpa lirik. Namun setelah mengikuti pertunjukan dan menghayati suasananya, persepsinya berubah.

    “Oh ternyata musik tradisional bahkan musik non-lirik ga seaneh itu,” ujarnya.

    Menurut Zaidhan, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa musik tidak selalu membutuhkan lirik untuk menyampaikan rasa. Ia menyadari bahwa bentuk dan ragam musik jauh lebih luas dari yang selama ini ia bayangkan sebagai orang di luar dunia seni dan budaya.

    Ia juga mengapresiasi lokasi pertunjukan yang berlangsung di kawasan Tropical Studies Unmul. Suasana alam yang mendukung, ditambah konsep pertunjukan yang santai dan tidak mengharuskan penonton berdiri, membuatnya merasa lebih nyaman menikmati acara.

    “Tempatnya nyaman, duduk, ga bikin capek kayak nonton konser pada umumnya yang berdiri,” katanya.

    Selain menikmati pertunjukan, Zaidhan memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dengan panitia terkait alat musik tradisi yang dimainkan.

    Dari situ, ia mendapat pemahaman baru mengenai dunia etnomusikologi, termasuk proses akademik mahasiswa dalam mentranskripsikan musik untuk kebutuhan penelitian dan penulisan skripsi.

    “Aku baru tau kalau etnomusikologi itu gabungan kata etno dan musik… dan musik ternyata ga sesimpel yang kubayangkan. Ada chord, ada bar, ada transkripsinya. Musik itu kompleks,” ungkapnya.

    Ia juga mengaku terkesan setelah mengetahui, bahwa setiap karya yang ditampilkan melalui proses panjang, mulai dari penyusunan komposisi, latihan intensif, hingga persiapan teknis sebelum pertunjukan. Salah satu repertoar yang paling membekas baginya adalah “Karang Mumus”, yang menurutnya memiliki nuansa emosional kuat dan mampu membangun kedekatan dengan penonton.

    Bagi Zaidhan, kehadirannya di Etno Art Festival 2025 bukan sekadar menonton seni pertunjukan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang musik dan budaya lokal.

    “Ini bukan cuma hiburan, tapi juga pengalaman belajar. Musik tradisional ternyata tidak membosankan, justru punya daya tarik sendiri,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    1.500 Mahasiswa Universitas Mulia Dapat Gratispol, Kampus Akui Angka Cuti Kuliah Turun Drastis

    Mei 17, 2026

    Badko HMI Kaltim-Kaltara Kecewa, Pemprov Absen di Seminar Pembangunan

    Mei 13, 2026

    Soroti Legalitas hingga Dugaan Nepotisme, Advokat Kaltim Siap Gugat TAGUPP ke PTUN

    Mei 12, 2026

    Dinsos Kaltim Lakukan Ground Check Bagi Penerima PBI BPJS Dinonaktifkan

    Mei 11, 2026

    Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Makin Ketat, 40 Peserta Terbaik, Tanpa Jatah Daerah

    Mei 4, 2026

    Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Junjung Tinggi Integritas dan Tanpa Nepotisme

    Mei 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Diduga Terhubung Bandar Besar, Eks Kasat Narkoba Kubar Jalani Proses Pidana dan Etik

    SittiMei 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dugaan keterlibatan mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar) Deky Jonathan Sasiang…

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    1.500 Mahasiswa Universitas Mulia Dapat Gratispol, Kampus Akui Angka Cuti Kuliah Turun Drastis

    Mei 17, 2026

    Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta

    Mei 17, 2026

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Mei 16, 2026
    1 2 3 … 3,095 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.