Insitekaltim, Samarinda – Persaingan cabang olahraga bulu tangkis pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini dinilai semakin merata.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih didominasi daerah tertentu, peluang juara pada berbagai jenjang pendidikan diperkirakan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Wakil Sekretaris Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kaltim Eko Hadi JP mengatakan, persaingan tersebut terlihat hingga babak semifinal dan final. Menurutnya, belum ada satu daerah yang benar-benar mendominasi seluruh nomor pertandingan.
“Tahun lalu untuk tingkat SD didominasi Balikpapan. Tahun ini peluang juara lebih terbagi. Putra SD berpeluang dari Bontang, sedangkan putri dari Paser. Untuk SMP, putra berpeluang dari Balikpapan dan putri dari Samarinda. Sementara SMA/SMK, putri berpeluang dari Balikpapan dan putra dari Bontang,” ujarnya di Gelora Kadrie Oening Samarinda, Sabtu, 4 Juli 2026.
Eko menjelaskan O2SN cabang bulu tangkis tahun ini mempertemukan atlet jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dalam satu rangkaian pelaksanaan. Masing-masing dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim mengirimkan satu atlet putra dan satu atlet putri pada setiap jenjang untuk memperebutkan tiket mewakili provinsi ke O2SN tingkat nasional di Jakarta.
Pelaksanaan seleksi ini berlangsung selama dua hari, mulai 3-4 Juli 2026. Hingga babak akhir, panitia masih menunggu hasil resmi dari sejumlah pertandingan final sebelum menetapkan wakil Kaltim di setiap kategori.
Ia berharap atlet yang terpilih mewakili Kaltim nantinya mampu menjaga kepercayaan diri saat tampil di tingkat nasional.
Selain kemampuan teknik, kesiapan mental menjadi faktor penting agar wakil Kaltim dapat bersaing dengan atlet dari provinsi lain.
“Kami berharap atlet yang terpilih nanti tidak gugup saat bertanding di tingkat nasional dan mampu memberikan hasil terbaik untuk mengharumkan nama Kaltim,” pungkasnya.

