Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bankeu Rp6,8 Miliar Pemprov Kaltim Bantu Muluskan Jalan Asa-Juaq Asa

    Juli 4, 2026

    Bapemperda Matangkan Perda Lingkungan Hidup, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Juli 4, 2026

    Imbas Serapan Anggaran Rendah, Dewan Bakal Sisir Ketat Renja Disdikbud 2027

    Juli 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Perlindungan Anak Harus Jadi Landasan Perencanaan Pembangunan Kaltim
    DPRD Kaltim

    Perlindungan Anak Harus Jadi Landasan Perencanaan Pembangunan Kaltim

    MartinusBy MartinusJuli 26, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur Agusriansyah menegaskan pentingnya menjadikan perlindungan anak sebagai dasar utama dalam perencanaan pembangunan di wilayah ini.

    Pernyataan tersebut disampaikan Agusriansyah Ridwan sebagai tanggapan atas peringatan Hari Perlindungan Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

    Agusriansyah menilai sampai saat ini belum ada pijakan yang kuat menjadikan perlindungan anak sebagai fondasi dalam pembangunan di Kalimantan Timur. Menurutnya, seluruh kebijakan dan program pembangunan harus diarahkan untuk melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

    “Apapun pembangunan yang dibangun di Kalimantan Timur ini tujuannya dalam rangka melindungi anak-anak Kalimantan Timur,” ujarnya, Jumat, 25 Juli 2025.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar aspek tambahan dalam pembangunan, melainkan harus menjadi orientasi utama dalam perencanaan.

    “Saya mau semua aspek perencanaan pembangunan itu perlindungan anak menjadi dasar kita. Kita yakin bahwa SDM kita berkualitas,”ucapnya.

    Selain itu, Agusriansyah juga menyoroti pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam penanganan kekerasan terhadap anak. Ia mengingatkan bahwa masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Komisi Perlindungan Anak semata.

    “Bicara soal perlindungan dan kekerasan anak menurutnya ada tiga aspek yang pertama harus komprehensif. Tidak bisa hanya diserahkan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak atau Komisi Perlindungan Anak,” jelasnya.

    Menurutnya, penanganan kekerasan anak harus dilakukan secara terpadu dengan membentuk tim lintas sektor yang bekerja kolektif dan strategis untuk menekan angka kekerasan tersebut.

    “Yang kedua secara terpadu. Jadi perlu ada timnya. Bagaimana untuk menekan angka kekerasan anak dari semua sektor,” tambahnya.

    Agusriansyah juga menegaskan pentingnya kesinambungan dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan anak. Program yang bersifat sementara dinilai hanya memberikan dampak jangka pendek dan tidak menyelesaikan akar masalah. “Dan ketiga adalah berkelanjutan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya sebatas menghindarkan mereka dari kekerasan fisik atau psikis, tetapi juga memastikan hak-hak dasar anak terpenuhi melalui kebijakan yang ramah anak dan lingkungan sosial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Dalam konteks Kalimantan Timur yang tengah mempersiapkan diri menjadi pusat pemerintahan baru dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara, Agusriansyah menegaskan agar pembangunan fisik tidak mengabaikan aspek sosial, khususnya hak-hak anak.

    Ia mengajak pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait untuk memanfaatkan momentum Hari Perlindungan Anak Nasional sebagai langkah awal memperkuat kebijakan yang berpihak pada anak.

    Menurut Agusriansyah, pembangunan yang berorientasi pada perlindungan anak adalah investasi masa depan yang sangat penting bagi Kalimantan Timur. (Adv)

    Agusriansyah Ridwan Perlindungan Anak SDM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Gubernur Tegaskan SDM Lokal Harus Jadi Pengelola Utama Potensi SDA Kubar

    Juli 4, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bankeu Rp6,8 Miliar Pemprov Kaltim Bantu Muluskan Jalan Asa-Juaq Asa

    R’syaJuli 4, 2026

    Insitekaltim, Kubar – Rekonstruksi jalan poros Asa–Juaq Asa di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat…

    Bapemperda Matangkan Perda Lingkungan Hidup, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Juli 4, 2026

    Imbas Serapan Anggaran Rendah, Dewan Bakal Sisir Ketat Renja Disdikbud 2027

    Juli 4, 2026

    Kerukunan Indonesia Capai Titik Tertinggi, Menag: Jangan Rusak Lukisan Tuhan

    Juli 4, 2026

    Gubernur Tegaskan SDM Lokal Harus Jadi Pengelola Utama Potensi SDA Kubar

    Juli 4, 2026
    1 2 3 … 3,191 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.