Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Juli 5, 2026

    Kian Terhimpit Ritel Modern, Regulasi Baru Pasar Tradisional Samarinda Rampung 3 Bulan Lagi

    Juli 5, 2026

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    Juli 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Perkuat Keuangan Syariah Sebagai Penggerak Ekonomi di Tengah Tantangan Global
    Ekonomi

    Perkuat Keuangan Syariah Sebagai Penggerak Ekonomi di Tengah Tantangan Global

    LarasBy LarasSeptember 11, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Talkshow Keuangan Sosial Syariah di Convention Hall Sempaja, Samarinda.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Talkshow Keuangan Sosial Syariah yang berlangsung di Convention Hall Sempaja, Samarinda menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024 di Kalimantan Timur.

    Acara tersebut menyoroti pentingnya peran keuangan syariah dalam memperkuat perekonomian nasional di tengah tekanan ekonomi global.

    Asisten Direktur dan Kepala Tim Implementasi Ekonomi Daerah Bank Indonesia Kaltim Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia menghadapi tantangan dari faktor internal dan eksternal.

    Faktor internal meliputi persoalan seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan stagnasi pendapatan. Sedangkan dari eksternal, tantangan datang dari perang Rusia-Ukraina serta kenaikan nilai tukar dolar AS yang turut mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

    Iwan Kurniawan juga menekankan bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia masih menjadi perhatian, terutama karena masih banyak masyarakat yang tergolong kurang mampu.

    “Fenomena sosial ini menjadi PR bagi pemerintah dan salah satu solusi yang dapat diandalkan adalah melalui instrumen keuangan syariah,” katanya, Selasa (10/9/2024).

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada 1998 mencapai 28,07 juta orang (11,4% dari populasi) dan menurun menjadi 25,22 juta orang pada 2023. Namun, ketimpangan kemiskinan tetap lebih tinggi di pedesaan (3,29%) dibandingkan perkotaan (2,63%).

    Keuangan syariah di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian, terutama melalui zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) yang berfungsi sebagai bagian dari Islamic social finance (ISF).

    Instrumen-instrumen ini memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, mendorong peningkatan konsumsi, dan menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.

    “Ketika konsumsi meningkat, sektor produksi akan merespons dengan menambah produksi, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja baru,” jelas Iwan.

    Untuk mendukung pengembangan UMKM, Bank Indonesia bermitra dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Melalui sinergi ini, berbagai program pemberdayaan UMKM di Kaltim telah diluncurkan, seperti pembangunan workshop UMKM unggulan, program infaq drive thru, serta pengembangan usaha pesantren.

    Bank Indonesia Kaltim juga memperkenalkan aplikasi “Satu Wakaf Indonesia” yang menjadi inovasi pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI), guna mendukung pengelolaan keuangan syariah secara lebih modern dan terintegrasi.

    “Keuangan syariah telah terbukti menjadi penggerak ekonomi yang kuat, membantu perekonomian nasional tetap tangguh dan fleksibel di tengah berbagai tantangan,” pungkasnya.

    ISF Iwan Kurniawan MTQN XXX 2024 Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Juli 5, 2026

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026

    BPS Kaltim Perbarui Potensi Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Juli 3, 2026

    Petani Plasma Nikmati Kenaikan hingga Harga TBS Sawit Rp3.469 per Kilogram

    Juli 3, 2026

    Inflasi Kaltim Naik Jadi 3,20 Persen di Juni 2026, Samarinda Tertinggi

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Nur AjijahJuli 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Meski dihadapkan pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan kenaikan…

    Kian Terhimpit Ritel Modern, Regulasi Baru Pasar Tradisional Samarinda Rampung 3 Bulan Lagi

    Juli 5, 2026

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    Juli 5, 2026

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026
    1 2 3 … 3,192 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.