Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Program MBG di SDN 007 Samarinda Ulu Dievaluasi, Kepala Sekolah Akui Ada Keluhan

    April 23, 2026

    SDN 007 Samarinda Ulu Rayakan HUT ke-10, Tampilkan Inovasi dan Peluncuran Program Digital

    April 23, 2026

    Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Dilaunching, Kampus di Kaltim Didorong Maksimalkan Kuota

    April 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Kisah Hidup Haji Sasa, Seorang Dermawan yang Pernah Terpuruk dan Hampir Bunuh Diri
    Daerah

    Kisah Hidup Haji Sasa, Seorang Dermawan yang Pernah Terpuruk dan Hampir Bunuh Diri

    SeliBy SeliAgustus 25, 2021Updated:September 3, 202103 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Suriansyah saat ditemui Insitekaltim.com, Rabu (25/8/2021)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Akmal – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Sosok Suriansyah yang dikenal memiliki panggilan Haji Sasa ini menjadi perbincangan hangat bagi para pedagang di Samarinda. Bagaimana tidak, pria berumur 47 tahun itu seringkali memborong dagangan hingga ludes.

    Setelah ditelusuri lebih jauh, Haji Sasa mengaku telah menghabiskan uang dalam kurun waktu empat bulan untuk membantu orang-orang mencapai Rp 5 miliar.

    “Uang itu saya dapatkan dari Allah dan ini hanya titipan maupun amanah bagi saya, tidak ada yang perlu saya banggakan,” ucapnya kepada Insitekaltim.com, Rabu (25/8/2021).

    Dalam kurun waktu tersebut, ia membagikan titipan Allah kepada para pedagang, lalu memberikan rezeki untuk anak yatim piatu. Selain itu juga untuk membantu bedah rumah warga yang dirasa membutuhkan.

    Akan tetapi yang menjadi pembahasan bukanlah seberapa banyak uang  yang didermakan Haji Sasa, tetapi masa kelam dan terpuruk di masa lalu pernah ia lalui.

    Diceritakan pada tahun 1980, Haji Sasa terpaksa harus putus sekolah dari bangku SMP karena kehidupan kedua orang tuanya yang tidak berkecukupan. Sang ayah, bernama Mansyur bin Taman adalah seorang tukang bangunan dan Ibunya bernama Tuah binti Kastawi, hanya seorang pembantu rumah tangga.

    Bahkan Haji Sasa di usia 16 tahun seharusnya masih duduk di bangku sekolah menempuh pendidikan, namun sebaliknya ia harus merasakan kerasnya hidup sebagai kuli bangunan membantu sang paman.

    Waktu terus berjalan dan pada 1997 Haji Sasa menjadi seorang kontraktor berskala kecil, namun keberuntungan belum diraihnya.

    Saat berkecimpung menjadi kontraktor bidang properti yang ia geluti selama 11 tahun tidak membuat kehidupannya lebih baik, malah mengalami kegagalan dan terpuruk.

    Haji Sasa memiliki utang ratusan juta rupiah dan terus menghantui dirinya. Sementara orang yang pernah dia bantu dan teman-temannya seketika itu menghilang di saat Ia mengalami cobaan yang berat.

    “Satu per satu meninggalkan saya, sedang preman terus menerus datang untuk menagih utang. Saat  itu saya sudah tidak punya apa-apa. Tidak punya siapa-siapa, jadi gembel, dan tidur di kawasan Citra Niaga lantaran tak bisa bayar utang,” kenang Haji Sasa.

    “Sangking terpuruknya, dalam pikiran saya sempat terbesit untuk melakukan percobaan bunuh diri dari atas hotel yang berada di Samarinda,” terangnya.

    Ketika sudah berada di atas Hotel, Ia sempat melihat ke bawah, seketika itu terfikir kalau lompat terus mati mungkin tidak akan jadi masalah. Tetapi kalau luka luka saja, ini akan menambahkan perkara.

    “Jadi saat itu ada satu hidayah yang membuat saya tersadar. Ada seorang pria yang tidak saya kenal melihat saya terpuruk, lalu ia menghampiri dan saya bercerita semuanya kepada pria itu,” ungkapnya.

    Kondisi yang dialami pada saat itu, wajah muram, tubuh penuh kegelisahan, suasana hati tidak menentu. Bertemu dengan pria tersebut merupakan titik awal yang merubah hidupnya.

    Dia pun bercerita panjang lebar semua kesulitan yang ia alami. Seketika pria itu memberikan satu saran kepada dirinya.

    “Hapus air matamu, sekarang pulanglah ke rumah minta ampun, rubah juga sikapmu kepada orang tua,” kata Haji Sasa seraya bercerita menggambarkan yang disampaikan pria tersebut.

    “Sikap saya terhadap orang tua terbilang sangat nakal. Tetapi ketika saya mencuci kaki ibu saya dan minta ampun lalu merubah sikap kepada orang tua. Kehidupan saya langsung berubah drastis,” tambahnya.

    Lebih lanjut dia menceritakan, sejak tahun 2010 mendapatkan rezeki dari bisnis jual beli tanah. Lalu uang tersebut digunakan untuk modal usaha. Perlahan saat modalnya semakin banyak dia membangun tiga perumahan di Jalan PM Noor Samarinda.

    Berangsur-angsur semua kehidupan berubah, utang ratusan juta mampu dilunasi. Semua kunci kesuksesannya karena orang tua. Sejak dirinya merubah sikap, rezeki datang seiring berjalannya waktu.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Pria di TTS Mengamuk Tikam Ibu dan Anak Hingga Tewas

    Februari 23, 2025

    ODGJ Tidur di Jalan Terlindas Motor di NTT

    Februari 23, 2025

    JMSI Go To School Dapat Dukungan Disdikbud

    Januari 25, 2025

    Hari Pertama, Pasar Ramadan Gor Segiri Kembali Jadi Magnet Pengunjung

    Maret 12, 2024

    Pertamina Luncurkan Bantuan Penanganan Karhutla Terampil di Muara Jawa

    September 22, 2023

    Kejari Kutai Timur Dukung Penuh Operasi Zebra Mahakam

    September 5, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Program MBG di SDN 007 Samarinda Ulu Dievaluasi, Kepala Sekolah Akui Ada Keluhan

    Ratu ArifanzaApril 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 007 Samarinda Ulu mulai memasuki…

    SDN 007 Samarinda Ulu Rayakan HUT ke-10, Tampilkan Inovasi dan Peluncuran Program Digital

    April 23, 2026

    Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Dilaunching, Kampus di Kaltim Didorong Maksimalkan Kuota

    April 23, 2026

    Enam Bangunan Hangus Terbakar di Jalan Lambung Mangkurat, Akses Sempit Hambat Pemadaman

    April 23, 2026

    Proses PAW DPRD Kaltim Bergulir, NasDem Pastikan Dokumen Sudah Lengkap

    April 23, 2026
    1 2 3 … 3,070 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.