Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial
    Kesehatan

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 13, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur PKBI Kaltim, Hapniah saat diwawancarai wartawan Insitekaltim, Kamis, 13/8/2026. (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur (Kaltim) membeberkan sejumlah tantangan berat dalam upaya penanganan dan penjangkauan kasus HIV/AIDS, khususnya bagi populasi kunci di Kota Samarinda.

    Direktur PKBI Kaltim Hapniah mengungkapkan, strategi utama penjangkauan populasi berisiko tinggi seperti pekerja seks perempuan (PSP), lelaki suka lelaki (LSL), dan waria dilakukan dengan pendekatan peer-led atau melibatkan langsung komunitas terkait.

    “Di PSP kita bekerja sama dengan mucikarinya. Untuk LSL, kita pendekatan melalui kawan satu komunitasnya. Peer leader dan peer educator (PE) berasal dari komunitas mereka sendiri sehingga tahu hotspot (titik kumpul), kebiasaan, dan budaya mereka,” ujar Hapniah saat diwawancarai wartawan Insitekaltim, Kamis, 13 Agustus 2026.

    Namun, efektivitas penjangkauan tersebut kini dibayangi oleh kebijakan pemotongan anggaran sebesar 40 persen dari Global Fund. Kendati pemangkasan dana berimbas langsung pada pengurangan jumlah petugas lapangan (peer leader), target capaian penemuan kasus baru tidak berkurang.

    Untuk menyiasati beban kerja petugas yang membengkak, PKBI Kaltim terpaksa mengalihkan sebagian porsi tugas peer leader kepada peer educator di tingkat komunitas.

    Tak hanya persoalan anggaran, maraknya penolakan sosial hingga fenomena aksi berburu kelompok LGBT yang mengatasnamakan gerakan anti-LGBT atau ‘boti hunter’ turut menghambat pelayanan penjangkauan HIV di lapangan.

    Hapniah menuturkan, kondisi ini sangat dirasakan di Samarinda dibandingkan daerah lain seperti Kutai Timur (Kutim) yang relatif tenang. Maraknya orasi dan aksi penyisiran di titik-titik kumpul (hotspot) membuat komunitas rentan ketakutan untuk mengakses tes kesehatan.

    “Di Samarinda berasa banget. Dulu teman-teman biasa melakukan tes VCT mobile di hotspot seperti Citra Niaga, sekarang dialihkan ke tempat lain yang tidak dikenal atau terjangkau oleh kelompok boti hunter ini,” jelasnya.

    Selain dinamika sosial di lapangan, Hapniah menggarisbawahi masalah serius terkait rantai pasok logistik medis. Keterlambatan distribusi reagen tes HIV, reagen Infeksi Menular Seksual (IMS), hingga ketersediaan obat Antiretroviral (ARV) sempat terjadi akibat transisi alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke APBD daerah.

    PKBI Kaltim pun mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD untuk menunjukkan komitmen nyata dalam penganggaran program kesehatan non-fisik pada APBD, mengingat HIV merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) kewajiban daerah.

    “Kita berharap komitmen penganggaran daerah benar-benar ditindaklanjuti. Jangan sampai kegiatan non-fisik selalu dipangkas. HIV ini isu bersama. Kalau di nasional, Presiden Prabowo menganggarkan banyak untuk TBC, tetapi HIV masih kurang,” kritiknya.

    Hapniah juga mengimbau pembuat kebijakan agar tidak memunculkan aturan atau interpretasi turunan yang kontraproduktif dengan konstitusi.

    Ia menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 28 UUD 1945 serta Undang-Undang Kesehatan, seluruh warga negara memiliki hak dasar atas pelayanan kesehatan yang setara tanpa diskriminasi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Ratu ArifanzaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang…

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.