Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    July 24, 2026

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Pendidikan Nasional Dinilai Gagal Sentuh Realitas Lokal Kaltim
    DPRD Kaltim

    Pendidikan Nasional Dinilai Gagal Sentuh Realitas Lokal Kaltim

    SittiBy SittiAugust 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sistem pendidikan nasional dinilai belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Pendekatan kurikulum yang masih sentralistik dinilai sebagai biang ketimpangan pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di daerah-daerah kaya sumber daya alam namun tertinggal dalam kualitas SDM.

    Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan yang menilai bahwa model pendidikan nasional saat ini belum mampu menyesuaikan dengan kekhasan dan potensi lokal di daerah. Ia menilai sistem pendidikan masih terlalu terpaku pada standar nasional yang tidak mempertimbangkan realitas lokal.

    “Selama ini pendekatan pendidikan kita masih terlalu sentralistik, padahal tiap wilayah punya kebutuhan dan kekuatan masing-masing. Ketika pendidikan tidak relevan dengan realitas lokal, maka pembangunan pun berjalan timpang,” ucap Agusriansyah, Kamis, 31 Juli 2025.

    Menurut politisi Fraksi PKS ini, pendidikan nasional semestinya disesuaikan dengan kondisi sosio-kultural dan ekonomi daerah. Ia menilai, banyak lulusan pendidikan di Kaltim yang tidak terserap dunia kerja karena keterampilan dan pengetahuannya tidak selaras dengan kebutuhan daerah.

    “Pendidikan kita terlalu generik. Padahal di Kaltim, potensi sektor pertambangan, kehutanan, pertanian, hingga pariwisata berbasis budaya sangat besar. Kurikulum semestinya bisa mengarah ke sana,” ucapnya.

    Ia menambahkan, kearifan lokal tidak boleh hanya dianggap sebagai warisan budaya, tetapi juga harus menjadi fondasi pendidikan yang membentuk karakter dan kompetensi anak didik sesuai dengan kebutuhan pembangunan wilayahnya.

    “Ini bukan semata soal menjaga warisan leluhur, tapi bagaimana menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayahnya sendiri,” jelasnya.

    Agusriansyah juga menyoroti dominasi pemerintah pusat dalam merancang dan menentukan arah kebijakan pendidikan. Hal ini menyebabkan sekolah dan pemerintah daerah kehilangan ruang inovasi dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tantangan dan potensi lokal.

    Ia menyarankan agar pemerintah pusat memberi ruang lebih besar kepada daerah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang adaptif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

    “Selama ini daerah hanya jadi pelaksana dari program yang ditentukan pusat. Harusnya ada ruang kolaborasi antara pemda, institusi pendidikan, dan komunitas lokal dalam merancang kurikulum dan sistem pembelajaran yang relevan,” katanya.

    Agusriansyah menegaskan bahwa arah pembangunan SDM di Kaltim hanya akan efektif jika pendidikan mampu mencerminkan identitas, kebutuhan, dan kekuatan lokal. Tanpa itu, daerah hanya akan terus menjadi penyedia sumber daya alam tanpa kekuatan untuk mengelolanya sendiri.

    “Pendidikan harus berangkat dari realitas yang ada. Ketika sistem pendidikan mampu mencerminkan identitas lokal, maka hasilnya tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga memperkuat jati diri dan daya saing daerah,” tutupnya.

    Agusriansyah Ridwan Pendidikan Nasional SDM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Gubernur Tegaskan SDM Lokal Harus Jadi Pengelola Utama Potensi SDA Kubar

    July 4, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    May 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    March 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    March 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    March 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    March 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    SittiJuly 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya industri pertambangan mulai berdampak pada pasar tenaga kerja di Kota Samarinda.…

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    PBSI Kaltim Bidik Atlet Tembus Pelatnas Lewat Lima Seri Sirnas 2026

    July 24, 2026

    Usulan Andi Harun Berbuah Dukungan Politik untuk Syaharie Jaang di Bankaltimtara

    July 24, 2026
    1 2 3 … 3,237 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.