Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penanggulangan Bencana Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Reaksi Cepat
    Diskominfo Kaltim

    Penanggulangan Bencana Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Reaksi Cepat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 22, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penanggulangan bencana. Tidak hanya bertumpu pada aksi tanggap darurat di lapangan, tetapi juga melalui perencanaan matang, data akurat, serta keterlibatan masyarakat sejak dini.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat, 22 Agustus 2025.

    “BPBD jangan hanya jago di lapangan ketika bencana terjadi. Lebih penting lagi adalah memiliki perencanaan dan pemetaan yang jelas. Kita harus bisa memastikan langkah pencegahan berjalan efektif, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi ancaman bencana,” tegas Sri Wahyuni.

    Menurutnya, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor bukanlah hal baru. Fenomena ini sudah menjadi warisan dengan siklus tahunan, lima tahunan, bahkan sepuluh tahunan. Karena itu, data dan peta risiko sangat penting untuk menentukan pola antisipasi yang tepat.

    “Kalau sejak sekarang kita sudah tahu apa yang mungkin terjadi di 2026, maka langkah pencegahan bisa lebih terarah,” ujarnya.

    Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya pelatihan rutin bagi satuan pelaksana (satlak) di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan. Satlak disebutnya sebagai ujung tombak penanggulangan bencana di daerah.

    “Kalau satlak terbiasa melakukan simulasi dan punya banyak relawan, maka pekerjaan BPBD akan lebih ringan. Bahkan mereka pantas diberi penghargaan atas dedikasi dan kerja kerasnya,” tambahnya.

    Selain soal perencanaan, Sri juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong agar hasil rakor tidak berhenti sebatas rekomendasi, melainkan ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota melalui sekretaris daerah masing-masing. Dengan begitu, rencana aksi menghadapi siklus bencana bisa dijalankan bersama-sama.

    Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa rakor ini menjadi ruang penyamaan persepsi sekaligus evaluasi rencana aksi.

    “Kami ingin ada kesepakatan bersama tentang apa yang harus dilakukan selama 2026. Bencana hanya bisa dihadapi dengan kerja sama, bukan kerja sendiri-sendiri,” jelasnya.

    Rakor ini dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, BPBD kabupaten/kota se-Kaltim, pejabat Kemendagri, BNPB RI, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan memperkuat koordinasi agar penanggulangan bencana di Kaltim ke depan semakin terstruktur dan tepat sasaran.

    Dengan strategi berbasis data, dukungan lintas sektor, serta peran aktif masyarakat, Pemprov Kaltim berharap upaya penanggulangan bencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi benar-benar mampu melindungi masyarakat sejak sebelum bencana itu datang.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    R’syaJuni 20, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Praktik penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian…

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,158 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.