Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mekanisasi di sektor perkebunan kelapa sawit guna menjaga daya saing industri di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Akhmad Muzakkir mengatakan, penguatan kompetensi tenaga kerja perlu menjadi perhatian bersama agar industri sawit di Kaltim tetap produktif dan mampu menghadapi perubahan teknologi.
“Penetapan upah ke depan dapat menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan. Selain itu, kita harus fokus pada penguatan SDM melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, serta sertifikasi agar tenaga kerja kita siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan mekanisasi di sektor perkebunan,” ujarnya.
Hal itu ia sampaikan ketika membacakan sambutan Gubernur Kaltim pada pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Kaltim 2026 di Hotel Fugo, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, industri kelapa sawit masih menjadi salah satu sektor strategis yang menggerakkan perekonomian Benua Etam. Karena itu, peningkatan kualitas SDM dinilai harus berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi agar produktivitas dan daya saing industri tetap terjaga.
Selain menyoroti penguatan SDM, Pemprov Kaltim juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan dunia usaha dan kesejahteraan pekerja, khususnya menjelang pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027. Menurutnya, hubungan industrial yang harmonis menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang berkelanjutan.
Muzakkir menambahkan, Pemprov Kaltim siap memperkuat sinergi dengan GAPKI sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan industri sawit yang berdaya saing dan ramah lingkungan.
“Pemerintah Provinsi siap memperkuat sinergi dengan GAPKI. Kita ingin mewujudkan industri sawit yang tidak hanya patuh pada regulasi dan peduli lingkungan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Rakercab GAPKI Cabang Kalimantan Timur 2026 diikuti 79 perusahaan anggota GAPKI. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mendukung pengembangan sektor perkebunan yang produktif, inklusif dan berkelanjutan di Kaltim.

