Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga Obat Peserta JKN Tetap Terlindungi dan Dipastikan Tetap Stabil Meski Dolar Menguat

    Juni 13, 2026

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    Juni 13, 2026

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Pemprov Kaltim Fasilitasi DSBK XVI, DKD Harap Perhatian Berkelanjutan untuk Seni
    Diskominfo Kaltim

    Pemprov Kaltim Fasilitasi DSBK XVI, DKD Harap Perhatian Berkelanjutan untuk Seni

    SittiBy SittiJuni 9, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DKD Kaltim Syafril Teha Noer
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan dukungan terhadap pelaksanaan Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) XVI Tahun 2025, yang akan digelar di Samarinda dan Tenggarong.

    Meski pendanaan dan fasilitasi kegiatan telah diberikan, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim tetap berharap adanya perhatian yang lebih berkelanjutan terhadap dunia seni dan lembaga kesenian daerah.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DKD Kaltim Syafril Teha Noer usai jumpa pers yang digelar di Hotel Haris Samarinda, Senin, 9 Juni 2025. Ia menyebut Pemprov Kaltim, melalui Gubernur dan Sekretaris Daerah, telah memberikan dukungan sejak dua tahun lalu saat Kaltim ditunjuk sebagai tuan rumah DSBK XVI.

    “Kami langsung menghadap Gubernur dan Sekda waktu itu. Responsnya cepat. Bahkan kami ditanya, dananya mau dikelola sendiri atau didampingi. Kami pilih didampingi, karena terus terang, kami belum berani kelola dana besar sendiri. Kami kelamaan miskin,” ungkap Syafril.

    Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap kegiatan budaya lintas negara yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. DSBK XVI sendiri mengusung tema “Nusantara dan Penguatan Sastra Melayu: Merawat Estetika dan Didaktika” dan akan diikuti oleh sekitar 200 peserta dari tiga negara serumpun.

    Meski pendanaan DSBK telah dijamin dan program berjalan sesuai rencana, Syafril menekankan perlakuan terhadap sektor kesenian secara umum masih sangat tergantung pada siapa kepala daerahnya. Ia menyayangkan belum adanya kebijakan jangka panjang yang melindungi dan memperkuat posisi lembaga-lembaga seni secara struktural.

    “Kalau kepala daerahnya suka seni, lembaga kesenian sibuk. Tapi kalau enggak, ya kami seperti yatim piatu. Ini kenyataan yang harus kami sampaikan,” tegasnya.

    Syafril menyebut pentingnya regulasi khusus atau penguatan perda yang bisa menjamin keberlanjutan dukungan terhadap ekosistem kesenian di daerah, tidak hanya saat ada ajang besar seperti DSBK.

    “Kita butuh dasar hukum yang lebih kokoh. Supaya kegiatan seni tidak hanya hidup karena seremonial, tapi menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

    Saat ini, DSBK XVI difasilitasi melalui anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, berdasarkan hasil koordinasi antara panitia, DKD, dan Sekretaris Provinsi Sri Wahyuni. Wakil Gubernur Seno Aji serta anggota DPRD Kaltim dari Komisi IV, Sarkowi V Zahry, juga tercatat mendukung penuh kegiatan ini sejak tahap persiapan.

    DSBK XVI akan diisi oleh dialog sastra, muhibah budaya ke Tenggarong, pameran buku, dan parade sastra, dengan pembentang kertas kerja dari berbagai wilayah termasuk Sarawak, Sabah, Kuala Lumpur, Brunei Darussalam, serta sejumlah provinsi di Indonesia.

    “Kami apresiasi Pemprov yang sudah mendampingi. Tapi ke depan, kita harap perhatian terhadap kesenian tak berhenti di DSBK ini saja. Lembaga seperti DKD juga perlu dibangun sistemnya agar lebih kuat dan berkelanjutan,” tandas Syafril. (Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    DSBK Ketua DKD Kaltim Syafril Teha Noer
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Harga Obat Peserta JKN Tetap Terlindungi dan Dipastikan Tetap Stabil Meski Dolar Menguat

    Nur AjijahJuni 13, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tetap…

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    Juni 13, 2026

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,142 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.