Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan rencana perubahan desain Pasar Pagi dengan menambah eskalator outdoor untuk memudahkan masyarakat dan pedagang menuju area pasar. Pembangunan fasilitas tersebut diproyeksikan masuk dalam pengajuan anggaran 2027.
Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, rencana tersebut menjadi bagian dari prototipe atau rancangan pengembangan Pasar Pagi yang sedang disiapkan Pemkot Samarinda.
Menurutnya salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah akses menuju pasar yang menggunakan tangga dengan kemiringan dan ketinggian yang dinilai menyulitkan.
Karena itu pemerintah berencana menyediakan eskalator berjalan di bagian luar bangunan. Konsepnya akan dibuat seperti fasilitas eskalator yang biasa ditemui di bandara sehingga masyarakat dapat naik tanpa harus menggunakan tangga.
“Nah, prototipe Pasar Pagi itu jadi ada rencana nanti yang di luar itu kan yang dikeluhkan masyarakat yang naik tangganya terlalu tinggi. Kita akan bikin eskalator di situ yang eskalator jalan,” kata Marnabas, Senin, 31 Agustus 2026.
Sebelumnya Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan fasilitas lift untuk akses menuju pasar. Namun menurut Marnabas fasilitas tersebut masih menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat dan pedagang yang belum terbiasa menggunakan lift.
“Cuma lift itu ternyata masyarakat Samarinda belum ini, apalagi pedagang. Takut juga mungkin terkurung di situ,” ujarnya.
Selain akses Pemkot juga mempertimbangkan perubahan penempatan pedagang yang menjual komoditas basah seperti ikan. Marnabas menyebut pihaknya akan mencari lokasi yang lebih sesuai agar aktivitas perdagangan tersebut dapat ditempatkan di area bawah jika memungkinkan.
Ia mengatakan sejumlah bagian dalam desain Pasar Pagi memang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah masih melakukan pembahasan terhadap rancangan tersebut.
Untuk rencana eskalator, Marnabas memperkirakan pengerjaannya baru dapat dilakukan pada 2027. Anggarannya akan terlebih dahulu diajukan dalam proses perencanaan.
“Eskalator itu diprediksi 2027 kita ajukan anggarannya. Jadi ada beberapa memang yang kita harus ubah desainnya mengikuti kemauan masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

