Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik menyusul kenaikan harga bahan plastik secara global yang mencapai hingga 80 persen.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Samarinda Nadya Turisna mengatakan, penggunaan plastik sangat bergantung pada perilaku konsumen sehingga solusi utamanya adalah perubahan kebiasaan.
“Kalau kita tidak mau pakai plastik, ya bawa tas sendiri. Sekarang juga sudah banyak packaging yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya di Balai Kota Samarinda, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat melarang secara langsung penggunaan plastik, namun terus mendorong edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam berbelanja.
Ia mencontohkan, di lingkungan Pemkot Samarinda sendiri sudah mulai diterapkan pengurangan penggunaan plastik, seperti imbauan membawa tumbler saat rapat untuk mengurangi minuman kemasan sekali pakai.
“Di Pemkot sekarang kalau rapat sudah dikurangi penggunaan plastik, disarankan bawa tumbler sendiri,” jelasnya.
Selain isu plastik, Nadya juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Samarinda.
“Informasi dari Pertamina, sampai hari ini belum ada isu kenaikan. Stok juga masih aman,” katanya.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak guna menjaga ketersediaan energi.
Pemkot Samarinda berharap kesadaran masyarakat dalam mengurangi plastik dan menggunakan sumber daya secara efisien dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

