Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Juni 6, 2026

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026

    Manfaatkan Akhir Pekan, Ana Rutin Joging Jaga Kebugaran

    Juni 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Pemkot Pasuruan Perkuat Komitmen Tangani 467 Kasus HIV dan Tekan Angka DBD
    Pasuruan

    Pemkot Pasuruan Perkuat Komitmen Tangani 467 Kasus HIV dan Tekan Angka DBD

    Rahmat FGBy Rahmat FGOktober 9, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan – Pemerintah Kota Pasuruan terus memperkuat langkah nyata dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot menggelar kegiatan Penguatan Komitmen Program Prioritas Bidang Kesehatan Tahun 2025, Kamis, 9 Oktober 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit menular.

    Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi (Mas Nawawi) menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan penyakit menular seperti HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

    “Dari kegiatan ini harapan kami semua, mari bersama-sama bantu pemerintah. Karena bagaimanapun, terkait HIV dan penyakit menular seperti TBC, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dinas Kesehatan pun tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan semua stakeholder,” ujar Mas Nawawi.

    Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap imunisasi anak. Menurutnya, masih ada orang tua yang menolak imunisasi karena khawatir terhadap efek samping atau masih mempercayai anggapan bahwa imunisasi haram.

    “Ada pula budaya masyarakat yang justru mengungsikan anak kecil agar tidak diimunisasi. Ini menjadi PR kita bersama. Sosialisasi harus terus digencarkan melalui media sosial, kader kesehatan, forum RT/RW, dan keluarga masing-masing agar menjadi agen informasi,” tegasnya.

    Terkait penanganan DBD, Mas Nawawi mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama, melainkan langkah terakhir.

    “Yang paling penting adalah waspada DBD dengan menerapkan 3M Plus: menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas,” tambahnya.

    Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif agar Kota Pasuruan terbebas dari penyakit menular dan semakin tangguh dalam bidang kesehatan.

    “Berkaitan dengan HIV, masih banyak penderita yang merasa malu dan terkucilkan. Jika tidak segera diberikan kesadaran, dampak dan risikonya bisa semakin meluas. Tindak lanjut dari kegiatan ini harus benar-benar memberikan dampak yang membangun Kota Pasuruan menjadi lebih baik dari segi kesehatan,” tutupnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena, menyampaikan bahwa pengendalian penyakit menular seperti TBC, HIV, dan DBD merupakan salah satu Program Prioritas Nasional di bidang Kesehatan, mengingat ancamannya yang serius terhadap masyarakat luas.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terdapat 467 orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Pasuruan. Dari jumlah tersebut, capaian program penanggulangan menunjukkan hasil yang cukup baik, namun masih perlu peningkatan pada tahap pengobatan.

    “Tahap penemuan kasus sudah sangat baik bahkan melebihi target, yakni 116,1%. Artinya, hampir semua ODHIV sudah teridentifikasi dan diketahui statusnya. Namun, hanya sekitar 53,8% yang mendapatkan pengobatan ARV, dan baru 55,9% di antaranya yang berhasil menekan kadar virus atau mencapai supresi virus,” jelas dr. Shierly.

    Ia menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan pemerataan layanan pengobatan agar seluruh ODHIV mendapatkan hak yang sama untuk hidup sehat.

    “Kita harus terus meningkatkan pendampingan dan pemerataan layanan pengobatan agar semua ODHIV bisa hidup sehat dan tidak menularkan virusnya lagi,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Nur AjijahJuni 6, 2026

    Bagi banyak orang, susu menjadi minuman yang hampir selalu tersedia di rumah. Mulai dari anak-anak,…

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026

    Manfaatkan Akhir Pekan, Ana Rutin Joging Jaga Kebugaran

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026
    1 2 3 … 3,126 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.