Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Pemkot Diminta Libatkan Warga Dalam Pembangunan Pasar Khusus Bontang Barat
    DPRD Bontang

    Pemkot Diminta Libatkan Warga Dalam Pembangunan Pasar Khusus Bontang Barat

    AminahBy AminahOktober 4, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang, Joni Alla’ Padang.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Rencana Pemerintah Kota Bontang untuk membangun pasar khusus di wilayah Bontang Barat menuai tanggapan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari daerah pemilihan tersebut.

    Anggota DPRD Bontang Joni Alla’ Padang meminta agar warga dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan tersebut.

    Joni mengatakan kebijakan pemerintah seharusnya selalu melibatkan masyarakat. Ia siap menolak kebijakan tersebut jika suara warga tidak didengarkan.

    “Saya orang pertama yang akan menolak jika kebijakan ini tidak melibatkan masyarakat, karena pada dasarnya kebijakan adalah suara dari bawah,” ujarnya belum lama ini.

    Joni juga menyoroti perlunya kajian mendalam dalam menentukan lokasi pasar khusus, khususnya di wilayah Bontang Barat. Menurutnya, Pemkot Bontang harus memastikan bahwa peternak setempat turut dilibatkan dalam pembahasan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan mereka.

    “Jangan sampai dalam kajiannya, peternak tidak dilibatkan. Bila dilibatkan, hasil kajian akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang nantinya akan berjualan di sana,” katanya.

    Politikus PDIP itu menambahkan, pembangunan pasar tanpa melibatkan masyarakat kerap berujung sia-sia, seperti beberapa pasar yang ada saat ini. Sudah banyak contoh pembangunan yang tidak efektif karena masyarakat tidak diajak berdiskusi selama proses kajian.

    “Pemerintah harus menerima masukan dari masyarakat untuk menghasilkan kebijakan yang tepat,” tegasnya.

    Sebelumnya, pada Juli lalu Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan bahwa rencana pembangunan rumah potong hewan (RPH) dan pasar khusus merupakan usulan dari warga Bontang Barat, khususnya mereka yang biasa berjualan daging babi di depan rumahnya, di kawasan Gunung Telihan dan Kanaan.

    “Ada masukan dari ketua RT di sana untuk membangun RPH dan pasar khusus,” kata Basri Rase.

    Jika rencana ini terealisasi, RPH dan pasar khusus tersebut harus dirancang dengan standar modern, mulai dari proses pemotongan hingga pengemasan daging. Selain itu, pengelolaan limbah juga harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

    “Semua harus dikaji, mulai dari aturan hingga dampak lingkungannya. Tidak hanya asal bangun,” tambahnya.

    Selain keterlibatan masyarakat, Joni Alla’ Padang mengingatkan pemerintah untuk memerhatikan dampak lingkungan dari pembangunan pasar ini. Ia berharap, jika pasar khusus itu dibangun, dampak negatifnya bisa ditekan dan manfaatnya besar bagi warga setempat.

    “Yang paling utama adalah bagaimana dampak yang timbul dari pasar ini bisa minim dan manfaatnya besar untuk masyarakat,” tutupnya.

    DPRD Bontang Joni Alla Padang Pemkot Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    Rizal Desak Pemerintah agar Pegawai Non-ASN Diangkat P3K

    Februari 12, 2025

    Yassier Arafat Sebut Lapangan Berbas Pantai Butuh Perbaikan, Bukan Alih Fungsi

    November 28, 2024

    DPT Bontang Naik, Ketua DPRD Optimis Partisipasi Pemilih Tinggi

    November 26, 2024

    Gandeng Unmul, DPRD Bontang Godok Aturan Pelindung UMKM-Pasar Rakyat dari Gempuran Waralaba

    November 25, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    AminahSeptember 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan Pertalite di Kalimantan Timur (Kaltim) jauh lebih besar dibandingkan kuota yang…

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,370 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.