Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Momentum Iduladha Dongkrak Ramainya Coto Makassar H Kasim, Sajian Daging dan Laut Jadi Buruan

    Mei 27, 2026

    Iduladha 1447 H: Cinta, Pengorbanan dan Kepedulian

    Mei 27, 2026

    Islamic Center Samarinda Siapkan 1.500 Kupon Daging Kurban untuk Masyarakat

    Mei 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Pemerintah Pastikan Alat Kontrasepsi Hanya untuk Remaja yang Sudah Menikah
    Nasional

    Pemerintah Pastikan Alat Kontrasepsi Hanya untuk Remaja yang Sudah Menikah

    LarasBy LarasAgustus 13, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur Bina Kesehatan Reproduksi RI Marianus Mau Kuru
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan yang menekankan peningkatan layanan promotif dan preventif. Salah satu fokus utama adalah menjaga kesehatan reproduksi, terutama bagi remaja.

    Teks: Ilustrasi pendidikan kesehatan reproduksi dan alat kontrasepsi bagi remaja yang menikah

    Dalam upayanya, pemerintah akan lebih gencar mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksi, termasuk pemahaman sistem, fungsi dan proses reproduksi, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi ini juga mencakup bahaya perilaku seksual berisiko dan pentingnya keluarga berencana.

    Juru Bicara Kementerian Kesehatan Dokter Mohammad Syahril menegaskan bahwa meskipun edukasi kesehatan reproduksi akan ditingkatkan, penyediaan alat kontrasepsi tidak ditujukan untuk semua remaja.

    “Penyediaan alat kontrasepsi hanya diperuntukkan bagi remaja yang sudah menikah. Tujuannya untuk menunda kehamilan ketika calon ibu belum siap, baik secara ekonomi maupun kesehatan,” jelas Syahril, Senin (5/8/2024).

    Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah risiko tinggi yang ditimbulkan oleh pernikahan dini, termasuk risiko kematian ibu dan anak serta risiko kemungkinan anak lahir stunting.

    “Jadi, penyediaan alat kontrasepsi itu hanya diberikan kepada remaja yang sudah menikah untuk dapat menunda kehamilan hingga umur yang aman untuk hamil,” tambahnya.

    Lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan dalam PP tersebut, sasaran utama pelayanan alat kontrasepsi adalah pasangan usia subur dan kelompok usia subur yang berisiko. Dengan demikian, remaja yang belum menikah tidak akan menjadi target penyediaan alat kontrasepsi.

    Untuk menghindari kesalahpahaman, Syahril juga menyampaikan bahwa aturan ini akan diperjelas dalam rancangan Peraturan Menteri Kesehatan, yang akan menjadi pedoman lebih rinci terkait pemberian edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja sesuai dengan tahapan perkembangan mereka.

    Sebelumnya, sempat berhembus isu yang membawa keresahan di masyarakat dengan kabar akan dilakukannya pemberian alat kontrasepsi kepada remaja yang notabene masih duduk di bangku sekolah.

    Selaras, Direktur Bina Kesehatan Reproduksi RI Marianus Mau Kuru juga menepis isu tersebut. Dirinya turut menimpali bahwa remaja yang dimaksud adalah mereka yang telah berstatus menikah dan bukanlah remaja yang tengah mengenyam pendidikan.

    “Kan ada remaja atau yang menikah dini itu, mereka yang diberikan kontrasepsi supaya bisa menjaga jarak kehamilannya,” tegas dalam acara Konsolidasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) bersama OPD dan Mitra Kerja yang dilaksanakan DPPKB Samarinda, Senin (12/8/2024).

    Selain menjaga jarak kehamilan, alat kontrasepsi ini diharapkan mampu menjaga kesehatan si ibu yang masih belia tersebut demi menghindarkan bertambahnya kasus kematian ibu hamil.

    “Di samping itu, kontrasepsi ini bisa menghindarkan anak dari risiko stunting,” tutupnya.

    Alat Kontrasepsi Marianus Mau Kuru Mohammad Syahril
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Mei 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Momentum Iduladha Dongkrak Ramainya Coto Makassar H Kasim, Sajian Daging dan Laut Jadi Buruan

    R’syaMei 27, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan – Suasana Hari Raya Iduladha tidak menyurutkan ramainya pengunjung di Warung H Kasim…

    Iduladha 1447 H: Cinta, Pengorbanan dan Kepedulian

    Mei 27, 2026

    Islamic Center Samarinda Siapkan 1.500 Kupon Daging Kurban untuk Masyarakat

    Mei 27, 2026

    Rudy Mas’ud Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial saat Iduladha di Islamic Center

    Mei 27, 2026

    Potensi PHK Massal, Sri Puji Saran Pekerja Tambang Menabung dan Alih Sektor

    Mei 26, 2026
    1 2 3 … 3,108 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.