Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sapi Kurban Masuk Samarinda dari Sulawesi dan NTT, DKPP Pastikan Aman dari Penyakit

    Mei 21, 2026

    Didesak Mundur, Rudy Mas’ud Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

    Mei 21, 2026

    Syahariah Mas’ud Tinjau Sekolah di Paser, Sejumlah Fasilitas Sekolah Masih Perlu Perbaikan

    Mei 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Pembinaan Reproduksi dan Skrining Sangat Penting untuk Menekan AKI dan AKB di Samarinda
    Pemkot Samarinda

    Pembinaan Reproduksi dan Skrining Sangat Penting untuk Menekan AKI dan AKB di Samarinda

    LarasBy LarasAgustus 12, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda yang juga Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Dokter Ismid Kusasih
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda yang juga Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Dokter Ismid Kusasih menyebutkan peran signifikan pembinaan reproduksi sejak dini dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kota Samarinda.

    Teks: Konsolidasi Program KBKR bersama OPD dan Mitra Kerja yang dilaksanakan DPPKB Samarinda

    Dalam acara Pertemuan Konsolidasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) bersama OPD dan Mitra Kerja yang dilaksanakan DPPKB Samarinda, Senin (12/8/2024), Ismid menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu hamil perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya saat kehamilan berlangsung, tetapi juga sebelum calon ibu hamil.

    Disampaikannya di Samarinda, Standar Pelayanan Minimal (SPM) terkait pelayanan ibu hamil sudah mencapai 92 persen. Namun, AKI dan AKB di kota ini masih cukup mengkhawatirkan.

    “Di tahun 2023, kita mencatat ada 14 kasus kematian ibu hamil dan 78 kasus kematian bayi baru lahir,” ungkap Ismid.

    Meski angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, idealnya angka kematian ibu dan bayi harus mencapai nol kasus. Ini diperlukan kolaborasi dari OPD, mitra kerja serta masyarakat untuk mewujudkannya.

    Ismid menggarisbawahi bahwa negara-negara maju mampu menekan angka kematian ibu dan bayi hingga nol berkat kekuatan dalam kegiatan skrining.

    Dijelaskannya bahwa negara seperti Australia, skrining dilakukan secara komprehensif, mulai dari sebelum hamil, saat hamil, hingga setelah melahirkan.

    “Mereka melakukan skrining menyeluruh sehingga bisa mencegah kematian ibu dan bayi secara efektif,” jelasnya.

    Pendidikan reproduksi, lanjutnya, sangat penting untuk disampaikan sejak dini, terutama kepada para pelajar yang akan menjadi calon ibu di masa depan. Ini juga terkait erat dengan program pencegahan stunting yang menjadi perhatian nasional.

    “Pendidikan reproduksi tidak hanya soal kesehatan, tapi juga tentang pencegahan stunting,” tegasnya.

    Selain itu, Ismid juga menyoroti masalah HIV yang menjadi tantangan serius di Samarinda. Bagai fenomena gunung es yang hanya nampak pucuknya secuil, tetapi menyimpan bongkahan besar di bawah air dalam..

    “Berdasarkan skrining yang dilakukan terhadap 30 ribu orang di sebuah komunitas, ditemukan 555 kasus HIV. Dari jumlah tersebut, 111 penderita HIV telah meninggal dunia,”

    Kasus ni menunjukkan bahwa masalah HIV di Samarinda cukup tinggi dan harus ditangani secara komprehensif, sehingga perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

    Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda harus waspada terhadap peningkatan jumlah penduduk dan risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

    “Kita harus siap menghadapi tantangan ke depan, termasuk dengan memperkuat skrining dan pendidikan reproduksi. Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi di Samarinda,” tutupnya.

    AKB AKI Ismid Kuasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Dishub Samarinda Tempel Stiker pada Kendaraan Pelanggar Bongkar Muat di Pinggir Jalan

    Maret 17, 2026

    Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Dishub Dorong Kesadaran Warga

    Maret 17, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Posko dan Imbau Pemudik Periksa Kendaraan

    Maret 17, 2026

    Bagi Hasil Retribusi Sampah Samarinda Dibahas Ulang, PAD Tetap Jadi Prioritas

    Maret 17, 2026

    Andi Harun Ingatkan LBH KKSS Bantu Masyarakat Temukan Kebenaran

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sapi Kurban Masuk Samarinda dari Sulawesi dan NTT, DKPP Pastikan Aman dari Penyakit

    SittiMei 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, arus masuk hewan kurban di Kota…

    Didesak Mundur, Rudy Mas’ud Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

    Mei 21, 2026

    Syahariah Mas’ud Tinjau Sekolah di Paser, Sejumlah Fasilitas Sekolah Masih Perlu Perbaikan

    Mei 21, 2026

    Harga Ikan Laut di Pasar Segiri Mulai Stabil, Daging dan Bawang Masih Merangkak Naik

    Mei 21, 2026

    Satgas Pangan Dalami Temuan Selisih Bobot LPG di Samarinda, Pertamina dan SPBE Akan Diperiksa

    Mei 21, 2026
    1 2 3 … 3,100 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.