Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    September 6, 2026

    Pemprov Kaltim Perketat Aturan Karhutla, Celah Pembakaran Jadi Perhatian

    September 6, 2026

    Headset Jadi Teman Anak Muda Saat Beraktivitas di Tempat Umum

    September 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Peduli Kasus KDRT, GOW Gelar Lomba Penyuluhan
    Advertorial

    Peduli Kasus KDRT, GOW Gelar Lomba Penyuluhan

    MartinusBy MartinusOktober 31, 201803 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim Bontang- Mengingat maraknya kekerasan yang dialami perempuan termasuk anak, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang, menggelar lomba penyuluhan ‘Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Rabu, 31 Oktober 2018, di Auditorium Gedung 3 Dimensi Pemkot Kota Bontang.
    Acara yang diikuti ratusan ibu-ibu perwakilan setiap kelurahan di Bontang ini, digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018.
    Dikatakan Ketua panitia penyelenggara lomba penyuluhan PKDRT Astri Siswanto Mukti, sebenarnya setiap tahun sudah diagendakan kegiatan seperti ini oleh GOW. Hanya saja, baru kali ini bisa terlaksana.
    “Alhamdulillah kegiatan penyuluhan penghapusan KDRT ini bisa terselenggara dan pesertanya lumayan banyak yakni ada 10 peserta mewakili kelurahan masing-masing,” kata istri Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti ini.
    Astri melihat, masih banyak para wanita yang takut melaporkan apabila mendapat KDRT, termasuk anak-anak. Karena itulah, diharapkan dengan adanya lomba ini, maka warga semakin paham dan mengerti tentang hukum KDRT, dan mereka jadi tahu akan kemana apabila mendapati kasus KDRT.
    “Minimnya laporan dan banyaknya kasus KDRT ini akibat dari minimnya ketidaktahuan hukum mereka. Masih banyak warga yang tidak paham dan tidak mengerti bahwa KDRT itu bisa dihukum. Karena itulah, kami sengaja menggelar lomba penyuluhan KDRT ini, dan tujuannya agar warga berani melaporkan. Dan kami juga mau tahu seberapa besar warga sadar akan hukum,” kata Astri.
    Kenapa digelar lomba penyuluhan KDRT tingkat kelurahan? Menurut Astri, agar jangkauannya bisa langsung menyentuh ke masyarakat. “Dengan perwakilan dari kelurahan ini, maka nantinya kelurahan nantinya bisa langsung mensosialisasikan ke masyarakat,” jelasnya.
    Astri juga menambahkan, pemenang lomba ini, nantinya selain mendapat hadiah berupa uang pembinaan dan piagam, materinya juga akan digunakan untuk penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat.
    Ada tiga juri pada lomba ini, yakni dari Polres Bontang bidang pemberdayaan perempuan dan anak (PPA) Bripka Norasiye, dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Truli Tisna dan dari Akademisi Noni Mariance.
    Sementara itu, mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Asisten 1 Pemerintah Kota Bontang M Bahri, mengapreasi kegiatan lomba penyuluhan KDRT yang digelar GOW Bontang.
    Menurut Bahri, kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini jadi persoalan yang cukup menyita waktu dan tenaga. Hal ini dibuktikan masih banyaknya laporan yang ditangani beberapa lembaga pemberdayaan perempuan dan anak. “Kami sangat berterima kasih diadakan lomba ini yang dilaksanakan dalam rangka peringatan hari ibu ke -90, dan semoga masalah KDRT bisa dikikis bahkan hilang,” ujarnya.
    Pada kesempatan itu, Bahri juga menyampaikan jika Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sangat peduli dan konsen sekali terhadap kasus-kasus KDRT. “Kenapa saya bicara seperti ini? Karena saya melihat sendiri, waktu di Singkawang, Ibu Walikota begitu konsennya terhadap masalah KDRT, beliau sampai menegur wakil bupati Singkawang, hanya gara-gara menyanyikan lagu “Madu 3”, dan beliau memprotes kalau bisa jangan dinyanyikan lagu itu,” kata Bahri.(bie)
    Foto. Herman bakel

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026

    Abdul Rohim Minta Kewenangan Damkar Diperkuat Lewat Perda Kebakaran

    September 2, 2026

    Iswandi Soroti Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Optimal, Ekonomi Pedagang Jadi Perhatian

    September 1, 2026

    Iswandi Dorong Komunikasi Rutin Pedagang dan Pemkot untuk Benahi Pasar Pagi

    September 1, 2026

    Sengketa Sertifikat Nasabah BTN Berlarut 15 Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Penyelesaian

    September 1, 2026

    Hadapi Ancaman Karhutla, Celni Ingatkan Posko Relawan Jadi Garda Terdepan

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    IraSeptember 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ajang Borneo Culture in Motion (BCIM) 2026 di Amphitheater Teras Samarinda, Jumat 4…

    Pemprov Kaltim Perketat Aturan Karhutla, Celah Pembakaran Jadi Perhatian

    September 6, 2026

    Headset Jadi Teman Anak Muda Saat Beraktivitas di Tempat Umum

    September 6, 2026

    Dua Emas dari Batam, Dua Talenta Muda Kaltim Siap Naik Level

    September 6, 2026

    Kristal Firdaus Rekam Wajah Samarinda Lewat Puisi

    September 6, 2026
    1 2 3 … 3,323 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.