Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan pawai pembangunan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini ditiadakan. Sebagai gantinya, berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan dialihkan ke masing-masing kelurahan.
Andi Harun mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan seremonial. Menurutnya, pemerintah tetap ingin menjaga kesakralan dan kemeriahan HUT Kemerdekaan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi anggaran.
“Dan kami juga menyayangkan. Tapi kan kita sudah sepakat untuk mengurangi acara-acara seremonial tanpa mengurangi sakral dan meriahnya acara Dirgahayu 81,” ujar Andi Harun, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, salah satu alasan pawai ditiadakan karena pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk membayar utang, membiayai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), termasuk BPJS Ketenagakerjaan, serta kebutuhan lain yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Untuk tahun ini kita tiadakan. Karena setelah kita evaluasi, pertama, kita prioritaskan bayar utang, kita prioritaskan membiayai misalnya kayak BPJS, kita memprioritaskan BPJS Ketenagakerjaan, kita memprioritaskan hal-hal yang berdampak langsung,” katanya.
Andi Harun menyebut pelaksanaan pawai membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Menurutnya, kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Kan sayang kalau habis sampai Rp2 miliar, sampai Rp2,5 miliar untuk kegiatan pawai. Kalau lagi uang ada, lagi uang banyak, ya kita tidak akan tetap laksanakan,” ujarnya.
Meski pawai ditiadakan, Andi Harun menegaskan kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tetap berlangsung. Pemerintah mengalihkan berbagai kegiatan ke kelurahan agar kemeriahan peringatan kemerdekaan tetap berjalan di lingkungan masyarakat.
Ia menyebut berbagai perlombaan telah digelar di kelurahan, termasuk kegiatan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Sekarang alihkan ke kelurahan, supaya mereka meriah semua. Teman-teman wartawan boleh cek sekarang di kelurahan, macam-macam lomba yang ada di kelurahan, diikutsertakan UMKM,” tuturnya.
Menurut Andi Harun, kegiatan-kegiatan tersebut telah berlangsung di seluruh kelurahan dan akan terus berjalan hingga puncak peringatan pada 17 Agustus.
“Jadi, betul kegiatan pawainya untuk tahun ini ditiadakan, tapi ada kegiatan baru yang berlangsung di kelurahan. Biarlah di kelurahan yang ramai,” katanya.
Andi Harun pun meminta pengertian masyarakat atas keputusan meniadakan pawai pembangunan tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya.
“Saya minta maaf, saya mohon pengertian masyarakat bahwa untuk tahun ini kemungkinan kita tiadakan dalam rangka efisiensi. Mudah-mudahan, mohon doanya tahun depan kita bisa adakan lagi,” pungkasnya.

