Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Panasnya Pilkada, Jurnalis Harus Netral
    Tokoh

    Panasnya Pilkada, Jurnalis Harus Netral

    LarasBy LarasNovember 17, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Jurnalis Milenial Samarinda bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda menggelar diskusi dan deklarasi publik dengan tajuk “Netralitas Adalah Kunci, Jurnalis Bukan Juru Kampanye” bersama media dan mahasiswa di T-Co Coffee Jalan Banggeris, Samarinda, Minggu (17/11/2024).

    Netralitas ini ditekankan di tengah panasnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Tersisa sedikit waktu menuju pesta demokrasi yang akan digelar pada 27 November 2024. Maka, Jurnalis Milenial Samarinda bersama AJI Samarinda menganggap diskusi ini amat penting.

    Dalam kesempatan itu Ketua AJI Samarinda Yuda Almerio mengungkapkan wartawan kerap kali harus bekerja berdasarkan permintaan perusahaan. Terkadang hal ini membuat pewarta harus “mepet” kepada salah satu pasangan calon (paslon) disebabkan permintaan bisnis dari perusahaan.

    Hal ini dirasanya sendiri saat berada di salah satu media. Tetapi, dirinya mengingatkan agar wartawan tidak lupa akan identitas profesinya yang sudah diatur dalam kode etik jurnalistik (KEJ), ada  11 pasal di dalamnya. Artinya, tidak sekali-kali keluar dari kode etik dan merekayasa berita hanya karena permintaan perusahaan.

    “Di kode etik jurnalistik itu wartawan harus independen, berimbang dan tidak beritikad buruk, wartawan tidak boleh jadi pemihak,” tegas Yuda.

    Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim) Abdurrahman Amin mengamini apa yang disampaikan Yuda. Wartawan secara tegas diatur oleh kode etik.

    Ia menegaskan agar wartawan tidak menjadi brainwashing atau pencuci otak bagi masyarakat dengan mendukung salah satu paslon, apalagi membuat berita bohong hanya demi mendukung paslon lainnya.

    “Kalau ada teman yang berusaha untuk brainwash mendukung salah satu paslon, secara moralitas itu bisa membedakan mana wartawan yang baik dan mana yang buruk,” kata Rahman sapaan akrabnya.

    Dijelaskannya, masyarakat dapat mencium bau media yang menyudutkan orang lain dan mengetahui mana media yang berkualitas atau yang tidak. Untuk itu, penting bagi wartawan untuk menjaga profesionalisme.

    “Media saat ini musuh yang terberat, bersaing dengan media sosial dan robot atau AI,” ujarnya mengingatkan wartawan untuk meningkatkan kualitasnya.

    Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Mohammad Sukri mengingatkan supaya wartawan lebih berhati-hati dalam menulis dan tidak membuat berita bohong atau hoaks.

    Memang terkadang di lapangan, disampaikannya, salah satu paslon tidk aktif memberikan informasi kepada wartawan, sementara yang lainnya aktif memberikan informasi sehingga membuat wartawan terlihat lebih menyorot salah satu paslon.

    CEO Media Sukri Indonesia (MSI) Group mengaku selalu mewanti-wanti wartawan yang berada di bawah naungan perusahaannya supaya mengedepankan netralitas dan tidak memihak paslon manapun.

    “Saya tidak perintahkan para wartawan untuk membuat berita yang tidak benar sumbernya dan menyimpang dari kode etik. Kalau di MSI Group  wartawannya selalu diberikan kebebasan,” tutur mantan wasit nasional PSSI itu.

    Sukri meminta kepada wartawan agar saling menjaga satu sama lain. Menjaga di sini adalah untuk saling mengingatkan terkait kenetralan dalam membuat pemberitaan dan jangan  menjatuhkan.

    Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Wiwid Marhaendra Wijaya memberikan saran bagi wartawan yang memang memihak.

    Sarannya, bagi pimpinan redaksi (Pimred) untuk tidak menugaskan wartawan yang berpihak satu paslon untuk meliput agenda mereka.

    Tegas dikatakannya agar wartawan tidak membuat berita bohong untuk merusak nama dan citra paslon lainnya yang tidak didukung.

    Untuk itu, menurut Wiwid peran pimred sangat penting, tidak hanya untuk mengeliminasi berita layak atau tidak, tetapi juga menjadi tombak bagi netralitas wartawan dan menjaga tulisannya tetap objektif.

    “Memang harus pimred itu adalah berstatus utama karena dialah yang akan bertanggung jawab atas semua pemberitaan,” pungkasnya.

    AJI Samarinda JMSI.SMSI PWI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    PWI Kaltim Dorong Penguatan Komitmen Kepala Daerah terhadap Pers di Tengah Tantangan 2026

    April 2, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026

    Ramadan Dimaknai sebagai Penguatan Kebersamaan dan SDM, MSI Group Siapkan Program Pengembangan Wartawan

    Maret 1, 2026

    Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar

    Februari 27, 2026

    Sukri: Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Masih dalam Batas Wajar

    Februari 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Bandar Lampung – Kolaborasi tiga organisasi perusahaan media yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers…

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.