Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    871 Kendaraan Terdeteksi Isi Pertalite Berulang di Tengah Antrean Panjang Samarinda

    Oktober 1, 2026

    Dukungan APBN 2027 untuk Transportasi Massal Samarinda Masuk Finalisasi

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Optimis Jadi Lumbung Beras, Kaltim Gerakkan Petani Milenial dan Brigade Pangan
    Diskominfo Kaltim

    Optimis Jadi Lumbung Beras, Kaltim Gerakkan Petani Milenial dan Brigade Pangan

    AminahBy AminahMei 14, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mencapai swasembada beras dalam enam bulan ke depan mulai menunjukkan langkah nyata. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur Seno Aji, langsung bergerak cepat setelah mendapat tantangan dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

    Dalam agenda Morning Briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 14 Mei 2025, Gubernur Harum sapaan akrab Rudy Mas’ud mengangkat isu swasembada beras sebagai prioritas. Ia mengaku sempat ragu mengingat karakteristik tanah Kalimantan Timur yang panas karena kandungan batu bara di bawahnya.

    Namun keraguan itu berubah menjadi keyakinan setelah melihat teknologi pertanian modern yang diperlihatkan langsung oleh Menteri Pertanian saat kunjungan ke Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara pekan lalu.

    “Saya cukup optimis, enam bulan dari hari ini kita mampu swasembada beras. Enam bulan ini kita diuji oleh Menteri Pertanian,” ujar Harum.

    Kaltim saat ini tengah menyiapkan lahan seluas total 30.000 hektare, terdiri dari 18.000 hektare di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan 12.000 hektare di Kutai Kartanegara (Kukar). Kawasan sekitar Muara Enggelam di Kukar menjadi salah satu fokus pengembangan karena kedekatannya dengan aliran sungai, yang penting untuk sistem irigasi.

    Menteri Pertanian sendiri telah menjanjikan dukungan penuh, termasuk pengadaan pompa air, alat mekanisasi modern, dan teknologi drone untuk penanaman serta pemupukan padi. Hal ini menjadi salah satu kunci optimisme Gubernur Harum untuk membuktikan bahwa Kaltim mampu menjadi lumbung beras, meskipun selama ini bergantung pada pasokan luar provinsi.

    Untuk mendukung program ini, Pemprov Kaltim mengerahkan kekuatan Brigade Pangan, Petani Gemas, serta Petani Milenial yang telah terlatih menggunakan teknologi modern. Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan Kaltim memiliki sumber daya manusia muda yang mampu mengoperasikan mesin pertanian canggih.

    “Kita libatkan HKTI dan KTNA. Kita harus buktikan bahwa Kaltim mampu. Petani Milenial dan Brigade Pangan kita sudah siap bergerak,” kata Seno.

    Gubernur juga telah meminta Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan untuk membuka akses ke lahan-lahan pertanian yang berada dalam kawasan kehutanan. Prioritas diberikan pada lahan-lahan yang berdekatan dengan sungai demi memastikan ketersediaan air yang cukup.

    Selain itu, Gubernur Harum menyinggung kemungkinan untuk mengaktifkan kembali lahan-lahan cetak sawah yang sempat dilakukan sebelum tahun 2016. Langkah ini dilakukan jika target 20.000 hektare yang diminta oleh Menteri Pertanian belum terpenuhi.

    Saat ini, kebutuhan beras di Kalimantan Timur mencapai sekitar 450.000 ton per tahun. Dengan sebagian besar pasokan masih berasal dari luar daerah, tantangan swasembada bukan hanya teknis tetapi juga menyangkut kemandirian pangan.

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 miliar untuk mendukung program swasembada Kaltim. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur pertanian, pengadaan peralatan, serta pelatihan petani lokal.

    Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi, serta semangat dari generasi muda, Pemprov Kaltim optimis dapat mewujudkan swasembada beras dalam waktu enam bulan. Ini sekaligus menjadi langkah awal menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat ketahanan pangan nasional.

    “Kita butuh keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan membuktikan bahwa Kalimantan Timur bukan hanya penghasil energi, tapi juga penghasil pangan,” ujar Gubernur Harum. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Kaltim Pemprov Kaltim Petani Milenial Rudy Mas'ud Seno Aji
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    871 Kendaraan Terdeteksi Isi Pertalite Berulang di Tengah Antrean Panjang Samarinda

    AminahOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU Samarinda tidak hanya berkaitan dengan tingginya…

    Dukungan APBN 2027 untuk Transportasi Massal Samarinda Masuk Finalisasi

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,370 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.