Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, nilai impor provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Mei 2026 mengalami penurunan tajam.
Total impor tercatat sebesar 310,68 juta dolar AS, atau turun 63 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 839,74 juta dolar AS.
Dikatakan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya impor sektor minyak dan gas (migas) maupun nonmigas.
“Impor migas pada Mei 2026 tercatat sebesar 240,95 juta dolar AS atau turun 67,91 persen dibandingkan April 2026. Sementara impor nonmigas sebesar 69,73 juta dolar AS, turun 21,65 persen,” ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Secara tahunan, nilai impor Kalimantan Timur juga mengalami kontraksi 25,32 persen dibandingkan Mei 2025.
Penurunan terjadi pada impor migas maupun nonmigas, meski impor hasil minyak masih mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada kelompok nonmigas, penurunan terdalam berasal dari komoditas mesin dan peralatan mekanis . Serta bagiannya ,yang turun 8,01 juta dolar AS atau 29,89 persen.
Selain itu, impor kapal, perahu, dan struktur terapung merosot 77,39 persen, sedangkan impor karet dan barang dari karet turun 62,43 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami peningkatan. Impor pupuk tercatat naik 81,56 persen menjadi 21,95 juta dolar AS. Ini menunjukkan, masih tingginya kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Timur.
Berdasarkan negara asal, total impor nonmigas dari 13 negara utama mencapai 61,32 juta dolar AS, atau turun 6,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terutama berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Singapura.
Sementara itu, impor dari Australia dan Rusia justru mengalami peningkatan selama Mei 2026.
Dilihat dari golongan penggunaan barang, impor Kalimantan Timur masih didominasi oleh bahan baku dan barang penolong dengan nilai 298,52 juta dolar AS.
Namun, dibandingkan April 2026, impor kelompok ini turun 63,47 persen. Penurunan juga terjadi pada impor barang modal sebesar 46,69 persen dan barang konsumsi sebesar 14,58 persen.
Meski impor mengalami penurunan signifikan, kondisi tersebut justru berdampak positif terhadap kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Timur. BPS mencatat surplus neraca perdagangan provinsi ini pada Mei 2026 mencapai 1,51 miliar dolar AS.
Surplus tersebut ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang membukukan surplus sebesar 1,62 miliar dolar AS. Sementara itu, sektor migas masih mencatat defisit sebesar 104,13 juta dolar AS.
Menurut BPS, capaian surplus tersebut menunjukkan neraca perdagangan Kalimantan Timur masih berada pada kondisi yang positif, meskipun aktivitas impor mengalami perlambatan yang cukup tajam pada Mei 2026.

