Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Hukum»Nelayan Bontang Kerap Lakukan Pengeboman Ikan, di Perairan Muara Badak
    Hukum

    Nelayan Bontang Kerap Lakukan Pengeboman Ikan, di Perairan Muara Badak

    MartinusBy MartinusAgustus 29, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Ryan – Editor : Redaksi

    Insitekaltim,Tenggarong – Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) sumber daya perikanan dan kelautan Kecamatan Muara Badak, Mansur, dibuat kesal dengan ulah oknum nelayan asal kota Bontang, yang diduga kerap lakukan pengeboman ikan di perairan Muara Badak, tanpa merasa bersalah merusak ekosistem dalam laut.

    “Baru-baru ini, kita pantau langsung melihat terumbu karang bawah laut, kita temukan puluhan ikan yang mati, karena praktek menangkap ikan dengan cara mengebom,” kesal Mansur.

    Mansur menduga, yang kerap melakukan praktek pengeboman ikan, adalah nelayan asal kota bontang. Selanjutnya yang akan dilakukan Pokmaswas, akan melaporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kaltim, agar ada tindakan tegas terhadap praktek perusak ekosistem laut tersebut.

    “Jenis ikan yang paling banyak mati, ikan biji nangka yang tersangkut diterumbu karang,” jelasnya.

    Sementara itu, Plt Kepala DKP Kukar, Dadang S tidak membantah apa yang dilaporkan Pokmaswas Muara Badak, dan mengiyakan, bahwa praktek pengeboman ikan kerap dilakukan oleh nelayan kota bontang.

    “Kan bisa kita lihat jenis kapal, warna kapal, kita laporkan ke pos angkatan laut, ternyata betul, kapal tersebut milik nelayan asal bontang,” ujar Dadang.

    Menurut Dadang, DKP Kukar tidak memiliki kewenangan menindak praktek tersebut, upaya yang dilakukan dengan sosialisasi ke masyarkat agar praktek pengeboman ikan jangan dilakukan, silahkan saya mengambil ikan sebanyak-banyaknya asal memakai cara yang baik dan tidak merusak ekosistem laut.

    “Malahan ada modus baru, yang mengebom nelayan bontang, ditinggalkan dan yang mengambil nelayan lokal muara badak, nanti berjanjian ketemu dimana, dan hasil ikan dibagi dua,”pungkasnya

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Keluarga Edianto Wongso Laporkan Dokter RSUD AWS ke Polisi Dugaan Kelalaian Medis

    Oktober 7, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.