Insitekaltim, Samarinda – Mahasiswa baru IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan beragam pembekalan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan akademik, tetapi juga teknologi digital, bela negara, kewirausahaan hingga pengenalan program Gratispol.
Ketua Panitia PKKMB IKIP PGRI Kaltim Tejo Suparno mengatakan, rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih luas kepada mahasiswa sebelum menjalani kehidupan perkuliahan.
“Kita mengenalkan program studi, fakultas dan organisasi kemahasiswaan. Dari luar ada akademisi, TNI-Polri, pemerintah dan pengusaha,” ujar Tejo, Senin, 17 Agustus 2026.
PKKMB tahun ini mengusung tema “Membangun Mahasiswa Berkarakter, Berkarya Tanpa Batas Menuju Generasi Emas.”
Menurut Tejo, tema tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan untuk berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber eksternal. Akademisi akan memberikan materi mengenai teknologi digital, sementara unsur TNI dan Polri memberikan pembekalan bela negara.
Pada hari terakhir peserta juga dijadwalkan mendapatkan materi mengenai program Gratispol yang direncanakan disampaikan oleh perwakilan pemerintah daerah. Selain itu, pelaku dunia usaha turut dihadirkan untuk memberikan materi mengenai kewirausahaan.
Sementara dari lingkungan internal kampus, mahasiswa akan mendapatkan pengenalan mengenai program studi, fakultas serta organisasi kemahasiswaan, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tejo menjelaskan PKKMB berlangsung selama empat hari dengan kegiatan setiap harinya dimulai pukul 07.30 hingga 16.30 WITA. Durasi tersebut ditentukan berdasarkan materi yang telah disiapkan panitia serta pedoman pelaksanaan PKKMB dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
“Kita memilih empat hari. Tidak mengambil tiga hari, tetapi juga tidak sampai enam hari, karena disesuaikan dengan materi yang kami rencanakan,” katanya.
Sebanyak 298 peserta mengikuti PKKMB tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 281 mahasiswa baru dan 17 mahasiswa lama yang belum mengikuti PKKMB pada tahun sebelumnya.
Dari 281 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Ekonomi tercatat memiliki 40 mahasiswa, Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) sebanyak 217 mahasiswa, dan Pendidikan Otomotif sebanyak 24 mahasiswa.
Adapun 17 mahasiswa lama yang mengikuti PKKMB tahun ini berasal dari semester tiga. Keikutsertaan mereka diperlukan karena sertifikat PKKMB menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian skripsi.
“Kalau tidak ikut PKKMB sertifikatnya tidak ada. Sertifikat itu menjadi salah satu syarat ketika mereka nanti mau ujian skripsi,” jelas Tejo.
Ia menilai komposisi materi yang melibatkan narasumber dari dalam dan luar kampus penting agar mahasiswa tidak hanya memahami proses akademik. Mereka juga mendapatkan wawasan mengenai kehidupan sosial, dunia kerja dan berbagai hal yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jadi ada narasumber dari luar dan dari dalam kampus. Dari luar ada akademisi, TNI-Polri, pemerintah dan pengusaha. Dari dalam, kita mengenalkan program studi, fakultas dan organisasi kemahasiswaan,” pungkasnya.

