Insitekaltim, Samarinda – IKIP PGRI Kaltim memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang juga berstatus sebagai atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pemberian dispensasi waktu perkuliahan agar mahasiswa dapat menjalani latihan secara optimal.
Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga IKIP PGRI Kaltim Muammar mengatakan, kampus memahami mahasiswa atlet membutuhkan waktu latihan yang cukup, terutama menjelang pelaksanaan Porprov Kaltim.
“Jadi kita memberikan fasilitas seperti menyiapkan waktu yang cukup untuk mereka berlatih, jadi dosen-dosennya juga memberikan dispensasi yang cukup untuk mereka berlatih,” ujarnya di IKIP PGRI Kaltim, Jalan Suwandi Samarinda, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, IKIP PGRI Kaltim memang memiliki banyak mahasiswa yang merupakan atlet. Karena itu, kampus berupaya menyeimbangkan kebutuhan akademik dengan persiapan prestasi olahraga mahasiswa.
“Didukung penuh dari kampus, mereka punya waktu banyak untuk berlatih. Jadi kita harus bisa menyeimbangkan antara prestasi dan akademik, itu tantangan yang sebenarnya di kampus IKIP itu,” jelasnya.
Muammar menyebut sekitar lima persen mahasiswa IKIP PGRI Kaltim merupakan atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov. Cabang olahraga yang banyak digeluti mahasiswa antara lain olahraga bela diri seperti karate dan pencak silat, serta sejumlah cabang olahraga individu seperti atletik.
Sementara untuk olahraga beregu, kampus masih berupaya mengembangkan minat dan prestasi mahasiswa, salah satunya melalui cabang bola basket.
Selain memberikan dispensasi, IKIP PGRI Kaltim juga memiliki skema perkuliahan yang disesuaikan dengan kebutuhan atlet dan pelatih. Kampus menyediakan kelas khusus atlet maupun pelatih dengan pengaturan jadwal yang memungkinkan mereka tetap menjalani latihan.
Ia berharap mahasiswa yang berlaga di Porprov tidak cepat puas hanya dengan pencapaian di tingkat provinsi. Porprov dapat menjadi pijakan bagi para atlet untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi.
“Olahraga itu jangan cepat puas. Level provinsi memang sudah bagus, tapi target kita ke depan jauh lebih dari itu, harusnya kita bisa ke level nasional atau internasional. Jadi ini langkah lanjutan, langkah awal untuk menjadi atlet yang profesional,” pungkasnya.

