Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    Oktober 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Mengurai Angka Kemiskinan, Kaltim Butuh Strategi Terpadu Berbasis Data
    Diskominfo Kaltim

    Mengurai Angka Kemiskinan, Kaltim Butuh Strategi Terpadu Berbasis Data

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 25, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Upaya menekan angka kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi perhatian serius. Wakil Gubernur Kaltim, H Seno Aji, menggelar rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur guna memetakan kondisi sosial ekonomi terkini. Data yang dipaparkan BPS menjadi dasar penting untuk menyusun intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

    “Kita undang BPS untuk memberikan paparan mengenai kondisi sosial ekonomi saat ini, termasuk data statistik kemiskinan. Ini penting agar intervensi kita terhadap persoalan sosial betul-betul terukur dan efektif,” jelas Seno Aji di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Selasa, 25 Juni 2025.

    Rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dan sejumlah pejabat penting seperti Kepala Biro Ekonomi Iwan Darmawan. Bagi Seno Aji, informasi dari BPS menjadi bahan diskusi awal yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa angka kemiskinan Kaltim menunjukkan tren menurun. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka kemiskinan pada September 2024 tercatat sebesar 5,51 persen. Namun, bila ditelaah lebih jauh, terdapat kesenjangan mencolok antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

    “Di perkotaan, angka kemiskinan hanya sekitar 4,4 persen. Namun di desa, angkanya melonjak hingga 8 persen. Ini jadi catatan penting bahwa penurunan angka kemiskinan tidak merata,” ujar Yusniar.

    Ia menjelaskan, indikator pengukuran kemiskinan mencakup pengeluaran rumah tangga baik untuk makanan maupun non-makanan, menggunakan pendekatan moneter dan non-moneter. Ini artinya, tidak hanya dilihat dari pendapatan, namun juga kualitas hidup secara menyeluruh.

    Selain angka kemiskinan, rapat juga menyoroti persoalan stunting dan pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan besar di Kaltim. Pemerintah mengakui bahwa permasalahan sosial seperti ini saling berkaitan dan tidak bisa ditangani secara parsial.

    “Masalah stunting, pengangguran, dan kemiskinan adalah rangkaian yang saling memengaruhi. Kita harus intervensi secara holistik,” kata Seno Aji.

    Yusniar turut memaparkan perkembangan ketenagakerjaan Kaltim, indeks pembangunan manusia (IPM), serta data inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup positif, terdapat tantangan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama bagi generasi muda di wilayah pedesaan.

    Rapat ini menunjukkan pentingnya data statistik dalam mendukung pengambilan kebijakan publik. Tanpa data yang akurat, program pemerintah berisiko tidak tepat sasaran atau hanya menyentuh permukaan permasalahan. Wagub Seno Aji menegaskan bahwa BPS bukan hanya penyedia data, namun juga mitra strategis dalam pembangunan daerah.

    “Saya berharap ada masukan yang lebih intens dari BPS, supaya langkah kebijakan ke depan bisa kita susun lebih komprehensif. Kita akan rapatkan kembali bersama dinas-dinas terkait,” ucapnya.

    Ke depan, Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis data. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menyasar wilayah desa dengan ketimpangan tertinggi, serta menghubungkan intervensi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses ekonomi lokal.

    “Kita ingin memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dari pembangunan,” pungkas Seno Aji.

    Dengan kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan data yang maksimal, Kaltim diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, sekaligus mempersempit ketimpangan wilayah. Ini menjadi langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Kaltim.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    BPS OPD Seno Aji Yusniar Juliana
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Dorong OPD Jadi Pasar Awal Samaqua, Iswandi: Soroti Distribusi dan Harga

    Oktober 25, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Wagub Kaltim Imbau Santri Buka Suara Jika Ada Pimpinan Ponpes Menyimpang Segera Laporkan

    Juli 28, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    Juli 25, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    AminahOktober 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan…

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    26 Pria Jadi Tersangka dalam 16 Kasus Narkoba di Samarinda, 780 Ekstasi Disita

    Oktober 29, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026
    1 2 3 … 3,414 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.