Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Mengurai Angka Kemiskinan, Kaltim Butuh Strategi Terpadu Berbasis Data
    Diskominfo Kaltim

    Mengurai Angka Kemiskinan, Kaltim Butuh Strategi Terpadu Berbasis Data

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJune 25, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Upaya menekan angka kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi perhatian serius. Wakil Gubernur Kaltim, H Seno Aji, menggelar rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur guna memetakan kondisi sosial ekonomi terkini. Data yang dipaparkan BPS menjadi dasar penting untuk menyusun intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

    “Kita undang BPS untuk memberikan paparan mengenai kondisi sosial ekonomi saat ini, termasuk data statistik kemiskinan. Ini penting agar intervensi kita terhadap persoalan sosial betul-betul terukur dan efektif,” jelas Seno Aji di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Selasa, 25 Juni 2025.

    Rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dan sejumlah pejabat penting seperti Kepala Biro Ekonomi Iwan Darmawan. Bagi Seno Aji, informasi dari BPS menjadi bahan diskusi awal yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa angka kemiskinan Kaltim menunjukkan tren menurun. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), angka kemiskinan pada September 2024 tercatat sebesar 5,51 persen. Namun, bila ditelaah lebih jauh, terdapat kesenjangan mencolok antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

    “Di perkotaan, angka kemiskinan hanya sekitar 4,4 persen. Namun di desa, angkanya melonjak hingga 8 persen. Ini jadi catatan penting bahwa penurunan angka kemiskinan tidak merata,” ujar Yusniar.

    Ia menjelaskan, indikator pengukuran kemiskinan mencakup pengeluaran rumah tangga baik untuk makanan maupun non-makanan, menggunakan pendekatan moneter dan non-moneter. Ini artinya, tidak hanya dilihat dari pendapatan, namun juga kualitas hidup secara menyeluruh.

    Selain angka kemiskinan, rapat juga menyoroti persoalan stunting dan pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan besar di Kaltim. Pemerintah mengakui bahwa permasalahan sosial seperti ini saling berkaitan dan tidak bisa ditangani secara parsial.

    “Masalah stunting, pengangguran, dan kemiskinan adalah rangkaian yang saling memengaruhi. Kita harus intervensi secara holistik,” kata Seno Aji.

    Yusniar turut memaparkan perkembangan ketenagakerjaan Kaltim, indeks pembangunan manusia (IPM), serta data inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup positif, terdapat tantangan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama bagi generasi muda di wilayah pedesaan.

    Rapat ini menunjukkan pentingnya data statistik dalam mendukung pengambilan kebijakan publik. Tanpa data yang akurat, program pemerintah berisiko tidak tepat sasaran atau hanya menyentuh permukaan permasalahan. Wagub Seno Aji menegaskan bahwa BPS bukan hanya penyedia data, namun juga mitra strategis dalam pembangunan daerah.

    “Saya berharap ada masukan yang lebih intens dari BPS, supaya langkah kebijakan ke depan bisa kita susun lebih komprehensif. Kita akan rapatkan kembali bersama dinas-dinas terkait,” ucapnya.

    Ke depan, Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis data. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menyasar wilayah desa dengan ketimpangan tertinggi, serta menghubungkan intervensi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses ekonomi lokal.

    “Kita ingin memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dari pembangunan,” pungkas Seno Aji.

    Dengan kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan data yang maksimal, Kaltim diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, sekaligus mempersempit ketimpangan wilayah. Ini menjadi langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Kaltim.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    BPS OPD Seno Aji Yusniar Juliana
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    July 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    July 22, 2026

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    July 21, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    July 9, 2026

    Kaltim Tancap Gas Kejar Swasembada Pangan, 12 Ribu Hektare Sawah Baru Dikebut hingga Akhir 2026

    July 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Nur AjijahJuly 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata akan difungsikan sebagai pusat layanan rawat inap baru RSUD Abdul…

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026
    1 2 3 … 3,240 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.