Artikel ini telah dilihat : 355 kali.
oleh

Mengenal Lebih Dekat Sosok Guru yang Penyabar dan Karismatik

Reporter : Mohammad-Editor: Redaksi

Insitekaltim,Bontang – Perempuan ini sehari-hari tercatat sebagai guru di SMP Negeri 6 Bontang. Dia dilahirkan di Balikpapan tepatnya pada tanggal 20 September 1983. Ia adalah Ika Utami Setyarini, M.Pd atau biasa dipanggil Ika.

Semasa kecil Ika sekolah di SD Negeri 061 Balikpapan, kemudian dia melanjutkan SMP I Ibnu Siena Boarding School Tasikmalaya Jawa Barat.

Selanjutnya dia melanjutkan ke SMA Negeri 6 Balikpapan dan menempuh S1 Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mulawarman Samarinda.

Tidak puas dengan gelar S1, Ika melanjutkan S2 Pendidikan Sains Pasca Sarjana di Universitas Surabaya Jawa Timur.

Istri Tri Putrajaya Sarita ini kini dikaruniai dua orang putra yakni Aulia Gabriela Rachim dan Ade Alfianur Rozqi. Ika kini tinggal di Jalan Sam Ratulangi Tanjung Laut Indah Bontang Selatan.

Dia berharap agar siswa-siswi tetap semangat belajar meski terkendala lantaran wabah Covid-19.

”Semoga para peserta didik tetap rajin dan semangat dalam pembelajaran dan belajar dalam kondisi pandemi ini,” ucapnya saat dihubungi insitekaltim Sabtu (17/10/2020).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mempercayakan Ika sebagai tim penyusun LKS untuk SMP. Di dalam tugasnya ini dia diamanahi menyusun mata pelajaran IPA. Ika menuturkan suka duka dalam menyusun LKS yang di gagas Dissdikbud Bontang.

Baca Juga :  Disdik Bontang Siapkan Atlet untuk KOSN-XIII Tingkat SMP

“Bertepatan dengan kegiatan PJJ, dan kegiatan yang lain. Serta waktu yang cukup singkat dan harus bisa menyempatkan waktu untuk menyusun LKS,” sebut Ika.

Dia berharap semoga LKS ini bisa memberi tambahan pengetahuan siswanya. Selain itu dia berharap siswa bisa belajar dengan baik walaupun secara daring. Mampu menguasai materi pelajaran sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

“Semoga anak didik kami tetap semangat belajar di rumah dan bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” paparnya.

Dia mengatakan, tidak semua siswa memiliki fasilitas HP android. Sehingga harus meminjam kepada saudara atau tetangga.

“Siswa kami ada yang tidak memiliki HP sehingga harus pinjam ke saudara atau tetangga. Ada juga keluarga yang memiliki anak lebih dari dua dan hanya memiliki satu HP untuk digunakan bergantian. Jadi tugas yang dari guru harus dikoreksi hingga hari hari berikutnya,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed