Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    Mei 19, 2026

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026

    Konflik Agraria di Kaltim Meletus di 20 Titik, Masyarakat Desak Pemprov Kaltim Bantu Selesaikan

    Mei 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Malam Imlek Tanpa Sapu dan Pintu Tertutup, Menjaga Rezeki dalam Tradisi Keluarga Gus Sumanti
    Samarinda

    Malam Imlek Tanpa Sapu dan Pintu Tertutup, Menjaga Rezeki dalam Tradisi Keluarga Gus Sumanti

    AbdiBy AbdiFebruari 17, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gus Sumanti saat merayakan Tahun Baru Imlek di kediamannya (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pantangan menyapu rumah hingga ritual mandi air kembang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dijaga sebagian keluarga keturunan Tionghoa setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Di Samarinda, tradisi tersebut hidup dan dijalankan dengan penuh makna di kediaman Gus Sumanti.

    Pada perayaan Imlek 2026, Gus Sumanti membagikan kisah bagaimana nilai-nilai leluhur tetap dijaga, meski kehidupan modern dan perbedaan keyakinan menjadi bagian dari keseharian keluarganya.

    Bagi keluarga Sumanti, yang akrab disapa Evi, Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar. Momentum ini dimaknai sebagai waktu sakral untuk menjaga keberuntungan atau hoki, sekaligus menghormati warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

    Menariknya, meski secara pribadi memeluk agama Kristen, penghormatan Gus Sumanti terhadap adat istiadat Tionghoa tidak pernah luntur. Ia menilai budaya sebagai identitas bersama yang melampaui sekat-sekat agama.

    Salah satu tradisi paling kuat dilakukan pada malam pergantian tahun. Saat keluarga besar berkumpul untuk makan malam, pintu rumah ditutup rapat dan tidak ada tamu yang diperkenankan masuk.

    “Kalau kita lagi makan, pintu kita tutup. Tamu datang pun tidak kita buka. Karena kalau dibuka, itu sama saja rezeki kita diambil orang,” ujar Gus Sumanti saat ditemui, Selasa, 17 Februari 2026.

    Tradisi tersebut melambangkan keyakinan bahwa rezeki yang sedang dinikmati keluarga harus benar-benar terjaga di dalam rumah, tanpa terpecah oleh kehadiran orang luar pada momen paling sakral.

    Filosofi menjaga rezeki berlanjut hingga urusan kebersihan. Berbeda dari hari biasa, pada hari pertama Imlek keluarga dilarang menyapu lantai atau membuang sampah. Menyapu dipercaya sebagai simbol membuang keberuntungan yang baru saja datang.

    “Setelah makan pun tidak boleh nyapu. Sampai besok sekitar jam 10 baru boleh. Sampah juga tidak boleh dibuang. Rezekinya jangan sampai hilang,” jelasnya.

    Kewaspadaan juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Peralatan makan yang terjatuh atau pecah diyakini sebagai pertanda kurang baik. Bahkan, butiran nasi yang jatuh harus diambil dengan tangan, bukan disapu.

    Selain itu, Gus Sumanti menjalani ritual mandi air kembang sebagai bagian dari penutup tahun lama. Kembang direndam di dalam bak mandi dan digunakan untuk membersihkan diri, sebagai simbol meluruhkan nasib buruk tahun sebelumnya.

    “Mandi pakai air kembang. Kita beli kembang renteng, taruh di bak mandi. Besoknya baru dibuang,” tuturnya.

    Menariknya, seluruh tradisi ini dijalankan di tengah keluarga yang sangat majemuk. Dalam satu keluarga, terdapat pemeluk Kristen, Konghucu, hingga Islam. Namun saat Imlek tiba, perbedaan keyakinan melebur dalam satu sikap yang sama: menghormati leluhur dan adat istiadat.

    Di akhir perbincangan, Gus Sumanti menilai perayaan Imlek di Samarinda dengan barongsai dan naga yang tampil di kelenteng memiliki semangat serupa dengan hari raya agama lain. Ia menyamakan Imlek sebagai momentum pemersatu, layaknya Idulfitri bagi umat Islam.

    “Kita ini Bhinneka Tunggal Ika. Bermacam-macam tapi tetap satu. Adat itu tidak pernah kita lupakan. Imlek ini seperti Lebaran bagi orang Tionghoa,” tutupnya.

    Kisah dari kediaman Gus Sumanti menegaskan bahwa di Kota Tepian, tradisi bukan sekadar ritual, melainkan cara menjaga akar budaya sekaligus merawat persaudaraan di tengah perbedaan.

     

    Gus Sumanti Imlek Imlek 2026 Tahun Baru Imlek
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Mei 16, 2026

    Pelantikan PDKT Kaltim 2026–2031, DPRD Samarinda Soroti Penguatan Peran Masyarakat Adat

    Mei 16, 2026

    Samarinda Tuan Rumah Judo Kapolri Cup 2026, Wali Kota Tekankan Sportivitas

    Mei 16, 2026

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Belum Ditemukan Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah Beracun

    Mei 11, 2026

    Mahasiswa Lakukan Aksi Simbolik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Undangan Resmi

    Mei 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    SittiMei 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menargetkan Kaltim menjadi provinsi…

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026

    Konflik Agraria di Kaltim Meletus di 20 Titik, Masyarakat Desak Pemprov Kaltim Bantu Selesaikan

    Mei 19, 2026

    Pengangguran Perempuan di Kaltim Tinggi, Syahariah Dorong Lapangan Kerja Lebih Inklusif

    Mei 19, 2026

    35 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Korpri Loa Bakung Tagih SHM, Gubernur Siap Cari Jalan Hukum

    Mei 18, 2026
    1 2 3 … 3,097 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.