Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Malam Imlek Tanpa Sapu dan Pintu Tertutup, Menjaga Rezeki dalam Tradisi Keluarga Gus Sumanti
    Samarinda

    Malam Imlek Tanpa Sapu dan Pintu Tertutup, Menjaga Rezeki dalam Tradisi Keluarga Gus Sumanti

    AbdiBy AbdiFebruari 17, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gus Sumanti saat merayakan Tahun Baru Imlek di kediamannya (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pantangan menyapu rumah hingga ritual mandi air kembang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dijaga sebagian keluarga keturunan Tionghoa setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Di Samarinda, tradisi tersebut hidup dan dijalankan dengan penuh makna di kediaman Gus Sumanti.

    Pada perayaan Imlek 2026, Gus Sumanti membagikan kisah bagaimana nilai-nilai leluhur tetap dijaga, meski kehidupan modern dan perbedaan keyakinan menjadi bagian dari keseharian keluarganya.

    Bagi keluarga Sumanti, yang akrab disapa Evi, Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar. Momentum ini dimaknai sebagai waktu sakral untuk menjaga keberuntungan atau hoki, sekaligus menghormati warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

    Menariknya, meski secara pribadi memeluk agama Kristen, penghormatan Gus Sumanti terhadap adat istiadat Tionghoa tidak pernah luntur. Ia menilai budaya sebagai identitas bersama yang melampaui sekat-sekat agama.

    Salah satu tradisi paling kuat dilakukan pada malam pergantian tahun. Saat keluarga besar berkumpul untuk makan malam, pintu rumah ditutup rapat dan tidak ada tamu yang diperkenankan masuk.

    “Kalau kita lagi makan, pintu kita tutup. Tamu datang pun tidak kita buka. Karena kalau dibuka, itu sama saja rezeki kita diambil orang,” ujar Gus Sumanti saat ditemui, Selasa, 17 Februari 2026.

    Tradisi tersebut melambangkan keyakinan bahwa rezeki yang sedang dinikmati keluarga harus benar-benar terjaga di dalam rumah, tanpa terpecah oleh kehadiran orang luar pada momen paling sakral.

    Filosofi menjaga rezeki berlanjut hingga urusan kebersihan. Berbeda dari hari biasa, pada hari pertama Imlek keluarga dilarang menyapu lantai atau membuang sampah. Menyapu dipercaya sebagai simbol membuang keberuntungan yang baru saja datang.

    “Setelah makan pun tidak boleh nyapu. Sampai besok sekitar jam 10 baru boleh. Sampah juga tidak boleh dibuang. Rezekinya jangan sampai hilang,” jelasnya.

    Kewaspadaan juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Peralatan makan yang terjatuh atau pecah diyakini sebagai pertanda kurang baik. Bahkan, butiran nasi yang jatuh harus diambil dengan tangan, bukan disapu.

    Selain itu, Gus Sumanti menjalani ritual mandi air kembang sebagai bagian dari penutup tahun lama. Kembang direndam di dalam bak mandi dan digunakan untuk membersihkan diri, sebagai simbol meluruhkan nasib buruk tahun sebelumnya.

    “Mandi pakai air kembang. Kita beli kembang renteng, taruh di bak mandi. Besoknya baru dibuang,” tuturnya.

    Menariknya, seluruh tradisi ini dijalankan di tengah keluarga yang sangat majemuk. Dalam satu keluarga, terdapat pemeluk Kristen, Konghucu, hingga Islam. Namun saat Imlek tiba, perbedaan keyakinan melebur dalam satu sikap yang sama: menghormati leluhur dan adat istiadat.

    Di akhir perbincangan, Gus Sumanti menilai perayaan Imlek di Samarinda dengan barongsai dan naga yang tampil di kelenteng memiliki semangat serupa dengan hari raya agama lain. Ia menyamakan Imlek sebagai momentum pemersatu, layaknya Idulfitri bagi umat Islam.

    “Kita ini Bhinneka Tunggal Ika. Bermacam-macam tapi tetap satu. Adat itu tidak pernah kita lupakan. Imlek ini seperti Lebaran bagi orang Tionghoa,” tutupnya.

    Kisah dari kediaman Gus Sumanti menegaskan bahwa di Kota Tepian, tradisi bukan sekadar ritual, melainkan cara menjaga akar budaya sekaligus merawat persaudaraan di tengah perbedaan.

     

    Gus Sumanti Imlek Imlek 2026 Tahun Baru Imlek
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.