Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sri Puji Dorong Optimalisasi Perda P4GN, Tes Urine Pelajar Masih Dikaji Lewat APBD

    Agustus 21, 2026

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Mahasiswa GERAM Turun ke Jalan, Suarakan Ancaman Demokrasi dan Hak Pilih Rakyat
    Samarinda

    Mahasiswa GERAM Turun ke Jalan, Suarakan Ancaman Demokrasi dan Hak Pilih Rakyat

    Andika SaputraBy Andika SaputraJanuari 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Jenderal Lapangan aksi Aliansi GERAM, Muhammad Mahdi Mulia saat menyampaikan aspirasi di depan DPRD Provinsi Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Kekhawatiran akan masa depan demokrasi kembali menggema di jalanan Samarinda. Aliansi Mahasiswa GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) menggelar aksi dengan membawa grand design “Lindungi Kedaulatan Rakyat”, menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai berpotensi merampas hak suara rakyat dan mengancam prinsip demokrasi, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Jenderal Lapangan Aksi Aliansi Mahasiswa GERAM Muhammad Mahdi Mulia mengatakan, salah satu isu utama yang disoroti adalah beredarnya wacana pemindahan kewenangan pemilihan kepala daerah ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Menurutnya kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan hak suara rakyat dan mencederai prinsip demokrasi yang selama ini dijalankan melalui pemilihan langsung.

    “Wacana pemindahan kewenangan Pilkada ke DPRD berpotensi menghilangkan hak suara rakyat dan mencederai demokrasi,” ujarnya Kamis, 22 Januari 2026.

    Selain itu, GERAM juga menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat sipil dalam setiap proses perancangan kebijakan, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat. Keterlibatan publik dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

    Dalam kesempatan tersebut, Mahdi turut menyoroti adanya kriminalisasi dan tindak kekerasan terhadap massa aksi, khususnya pasca-aksi pada 1 September lalu.

    Ia menyebut terdapat penangkapan dan pemukulan terhadap peserta aksi yang tidak banyak terpublikasi di media, serta menyebabkan sejumlah massa mengalami luka.

    “Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius, karena setiap pasca-aksi sering kali justru teman-teman dari berbagai lembaga menjadi korban kekerasan aparat,” ujarnya.

    Mahdi juga meminta komitmen DPRD Provinsi Kaltim sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi massa aksi kepada pemerintah pusat. Mahdi menegaskan bahwa tuntutan yang disuarakan bukan hanya mewakili mahasiswa, melainkan seluruh masyarakat Kaltim.

    Ia menambahkan, aksi ini tidak semata-mata dinilai dari jumlah massa, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran publik terhadap kondisi sosial dan politik nasional. Mahdi berharap pergerakan ini dapat menjadi pemantik kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dan demokrasi.

    Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih menunggu kepastian dari anggota DPRD Provinsi Kaltim untuk melakukan audiensi guna menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

     

    Aliansi Mahasiswa GERAM Demo GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) Muhammad Mahdi Mulia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sri Puji Dorong Optimalisasi Perda P4GN, Tes Urine Pelajar Masih Dikaji Lewat APBD

    Andika SaputraAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda…

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,288 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.